Eksotisme Tebing Breksi, Jejak Gunung Api Purba, Destinasi Paling Banyak Diburu di Yogyakarta

Editor:

DARI ketinggian tebing ini pengunjung bisa melihat Candi Prambanan, Istana Ratu Boko dan Candi Barong yang menyembul di antara hijaunya pepohonan. Itulah eksotisme Tebing Breksi di Sleman Yogyakarta.

Tebing Breksi awalnya hanya lokasi penggalian batu gamping warga sekitar. Kini tempat itu berubah rupa menjadi salah satu icon wisata Sleman bahkan Yogyakarta yang naik daun dan dikunjungi wisatawan dari mana pun.Termasuk pada hari itu, ribuan pengunjung memadati lokasi yang seabagian besar darang dari sekitar Jawa Barat, Jakarta.

Menurut pemandu wisata, tempat ini adalah fosil dari gunung api purba. Batuan eksotis itu adalah larva gunung api yang sudah membeku dan menjadi batuan setelah ribuan tahun mengendap.

Baca Juga: Suka Uji Adrenalin? Kunjungi 10 Tempat Wisata Alam Ekstrim di Indonesia ini, Berani Coba!

Entahlah, meski belum ada penjelasan arkeologinya namun di tempat ini kamu bisa menyaksikan kebesaran tangan manusia juga kebesaran Tuhan berpadu dengan indahnya.

Tebing Breksi berada di sebelah selatan Candi Prambanan dan berdekatan dengan Candi Ijo serta Kompleks Keraton Boko. Tepatnya berada di Desa Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Objek wisata yang mulai diperkenalkan tahun 2015 ini menjadi salah satu tujuan paling diburu tidak hanya warga Jogja, tapi juga wisatawan luar daerah.

Area wisata yang terbilang unik dan “nyeni” dengan menyuguhkan atraksi wisata yang berbeda dari tempat lain. Area taman merupakan bekas kawasan pertambangan batu alam yang terbentuk akibat aktivitas Gunung Api Purba Nglanggeran.

Rute menuju Tebing Breksi yang paling mudah ditempuh adalah dari Candi Prambanan. Jadi kalau datang dari Yogyakarta, langsung menuju arah Candi Prambanan, kemudian di pertigaan pasar Prambanan ambil kanan arah ke Piyungan. Dari sini sekitar 3 km menuju Tebing breksi.

Diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X pada tanggal 30 Mei 2015, Taman Tebing Breksi menjadi salah satu objek wisata yang populer di Jogja. Tapi tahu nggak sih, sebelum menjadi sebuah taman wisata yang indah, awalnya Tebing Breksi Jogja adalah sebuah pertambangan batu kapur?

Atas rekomendasi ahli Geologi kegiatan penambangan dihentikan karena berbahaya jika dilakukan terus-menerus. Sayangnya, setelah tidak digunakan lagi, tempat ini menjadi terbengkalai.

Untungnya, masyarakat di sekitar memiliki kesadaran dan kepedulian yang besar untuk mengelola lingkungan bekas tambang tersebut. Mereka percaya bahwa bekas tambang yang terbengkalai pun dapat menjadi sebuah objek yang menarik sebagai sebuah destinasi wisata.

Agar tetap bisa dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan warga, Pemerintah Daerah setempat akhirnya mengelola bekas pertambangan tersebut menjadi destinasi wisata bertema geowisata.

Meskipun sempat memiliki latar belakang sebagai sebuah tempat yang tak terawat, bahkan viral karena pemerintah melarang masyarakat di sekitar untuk melakukan penambangan kapur di daerah tersebut, namun nyatanya hal tersebut malah memberikan motivasi dan semangat kepada masyarakat dan para seniman untuk membuat sumber penghasilan baru di tempat tersebut.

 

Sunrise dan Sunset dari Atas Tebing

Agar lebih bervariasi, dibuat juga tangga yang memungkinkan pengunjung naik ke atas tebing. Dari atas, pemandangan alam jogja yang indah bisa leluasa di lihat. Waktu terbaik untuk naik keatas tebing batu ini ialah saat matahari terbit ataupun matahari tenggelam.

Di kedua waktu tersebut, kamu akan disuguhkan panoramanya yang menawan. Tak perlu khawatir jika harus datang sepagi mungkin untuk melihat sunrise karena memang Taman Tebing Breksi sudah bisa kamu kunjungi sejak jam 5 pagi.

Baca juga: Obelix Hills, Menikmati Indahnya Panorama Jogja Dari Ketinggian

Amphiteater / Tlatar Seneng

Di sisi lain, dibagian kaki bukit dibangun undakan dengan kursi membentuk setengah lingkaran seperti amphitheater yang diberi nama Tlatar Seneng. Dibagian tengah dibuat panggung dari rumput berbentuk lingkaran besar.

Biasanya area ini dijadikan tempat pertunjukan atau panggung hiburan. Beberapa kegiatan konser dan festival pernah diselenggarakan di Tlatar Seneng ini seperti festival seni Campursari, Hadroh, Perkusi, dan Tari. Agenda ngabuburit santai juga sempat diselenggarakan dengan menghadirkan musisi-musisi lokal hingga nasional.

Bagi pengunjung yang hobi melakukan kegiatan olahraga ekstrem, di kawasan Tebing Breksi juga ada area yang dikhususkan untuk olahraga panjat tebing dan sepeda gunung. Tentunya kegiatan ini khusus bagi mereka yang sudah terlatih atau dari komunitas.

Baca juga: Pronosutan View, Indahnya Persawahan Hijau di Kulonprogo Yogyakarta

Selain itu, karena memang tebing breksi ini sangat nyentrik, sering pula dijadikan lokasi prewedding. Bagi fotografer di Jogja, biasanya sudah sangat paham lokasi dan waktu terbaik untuk mengambil foto.

Panggung Terbuka

Tlatar seneng adalah nama dari sebuah amphitheater (panggung terbuka) yang yang diresmikan oleh Gubernur DIY pada 30 mei tahun 2015 dan menjadi awal bagaimana kawasan Tebing Breksi ini berkembang menjadi kawasan wisata.

Tlatar Seneng ini dibangun dengan ciri adanya lingkaran sebagai pokok panggung dan tempat duduk yang mampu menampung tak kurang dari 1000 penonton sebelum pandemi. Peruntukannya adalah sebagai tempat pelaksanaan kegiatan seni budaya atau pagelaran lain bagi masyarakat.

Walaupun tidak ada atraksi seni pun, banyak wisatawan sekedar duduk duduk di deretan tempat duduk terbuat dari bahan teraso yang berjejer rapi, dan bahkan banyak yang duduk dan tiduran di atas rumput yang terhampar di bagian tengah panggung, sambil berselfie ataupun menimati pemandangan tebing dan keindahan view sunset.

Banyak yang belum mengetahui , bahwa Tlatar Seneng adalah nama wilayah Tebing Breksi ini, jauh sebelum dikembangkan menjadi kawasan wisata, bahkan sebelum bukit itu ditambang. Pemuka masyarakat setempat menyebut dulunya wilayah ini dikenal sebagai “ Bulak Tlatar Seneng” apakah leluhur kita sudah bisa mengetahui kelak tempat ini akan menjadi tempat bersenang senang ? Tlatar : tempat luas terbuka, Seneng : senang.

Hanya Tuhan yang mengetahui segala kepastian Dalam hal pemanfaatan panggung terbuka Tlatar Seneng, serangkaian performa artis telah menjajal area ini dan memuji orisinalitas dan kualitas daya dukung estetika dan akustikanya sejak Taman Tebing Breksi dibuka.

Karena lokasinya yang luas dan fasilitas parkir yang terbilang lapang, banyak komunitas dengan menjatuhkan pilihan untuk gathering di Tebing Breksi, selain jadwal yang padat tidak kalah unik pula , panggung terbuka Tlatar Seneng dipakai untuk resepsi pernikahan.

Sungguh multifungsi dan uniknya ruang outdoor ini, dengan ruang perform yang acapkali justru memanfaatkan keluasan ruang pandang yang lebih luas sebagai latar belakang panggung yang menarik untuk dipilih dalam berbagai pertunjukan atau dengan kata lain kekuatan ruang terbuka tlatar seneng ini menjadi alternatif pilihan yang utama dibanding dengan tata kelola panggung menggunakan dekorasi-dekorasi dan background. Dan benar saja memang Tlatar Seneng telah membuat banyak orang senang.

Akan tetapi, selama pandemi event-event besar dan bersifat offline tidak pernah diadakan lagi. Saat ini, hanya event online atau sering disebut live streaming yang dilakukan di panggung Tlatar Seneng seperti Jogja Violin Fest, Terima Kasih Jogja, Fashion Show Hari Batik Nasional, dll. Pastinya kegiatan dilaksanakan selalu prokes, panitia dan peserta wajib vaksin dan tes rapid terlebih dahulu.

Keindahan Matahari Tenggelam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *