Attitude Ialah Sikap, Perilaku Seseorang dalam Interaksi dengan Orang Lain, Ciri-ciri Manusia Dewasa

Editor:

AKHIR-AKHIR ini sedang ramai di medsos terutama twitter tentang attitude. Apakah pengertian sebenarnya dari attitude? Attitude ialah sikap, perilaku, atau tingkah laku seseorang dalam melakukan interaksi dengan orang lain yang disertai dengan kecenderungan untuk bertindak sesuai dengan sikap tersebut.

Dikutip dari gramedia.com, attitude ialah sikap pada aspek afektif yang menentukan seseorang dalam bertindak, karena adanya kemauan atau kerelaan bertindak menentukan seseorang berbuat sesuai dengan karakter sikap yang dimilikinya.

Sementara attitude juga sering dikaitkan dengan kesiapan mental individu yang dapat memengaruhi serta menentukan kegiatan individu yang bersangkutan dalam merespons objek atau situasi.

Baca Juga  Simak!, Ini Tanda-Tanda Perilaku Pasangan Anda Telah Selingkuh

Sebenarnya kesuksesan dapat diraih dengan mengasah tiga hal, yaitu, skill atau keterampilan, knowledge atau pengetahuan, dan attitude atau sikap.

Knowledge dan skill merupakan komponen yang dapat dikembangkan dengan banyak membaca, banyak belajar, serta praktik. Sedangkan attitude merupakan komponen yang paling penting dalam membentuk karakter seseorang, oleh karena itu attitude dapat dipelajari.

Apalagi kini persaingan dalam dunia kerja semakin ketat, di mana setiap orang harus mempersiapkan dirinya sebaik mungkin. Karena, setiap karyawan atau calon karyawan tidak hanya dituntut untuk mempunyai knowledge dan skill yang mumpuni, akan tetapi harus mempunyai attitude yang baik.

Sikap yang ditunjukan oleh karyawan dapat mencerminkan bagaimana perusahaan itu akan dikelola serta bagaimana seorang karyawan apabila dihadapkan pada suatu masalah di perusahaan. Maka attitude menjadi peran penting bagi kemajuan suatu perusahaan, di mana sumber daya manusia (SDM) merupakan aset terpenting.

Baca Juga: Ustadzah Nadia Klarifikasi Aksi Sawer Saat Sedang Tilwatil Quran, Begini Reaksinya

Dikutip dari Chaplinm attitude ialah predisposisi atau kecenderungan yang relatif stabil dan berlangsung terus-menerus untuk bertingkah laku atau bereaksi dengan cara tertentu terhadap objek, lembaga, atau persoalan tertentu.

Sementara Katz dan Stotland menyatakan attitude sebagai reaksi atau respons kognitif atau respons perseptual dan pernyataan mengenai apa yang diyakini, respons afektif atau respons pernyataan perasaan yang menyangkut aspek emosional, dan respons konatif atau respons berupa kecenderungan perilaku tertentu sesuai dengan dorongan hati.

Dalam bukunya J. Thomas memberi pengertian attitude adalah suatu kesadaran individu yang menentukan perbuatan-perbuatan yang nyata ataupun yang mungkin akan terjadi dalam kegiatan-kegiatan sosial.

Baca Juga: Tragedi Cinta Sepasang Kekasih yang Tewas di Kamar Hotel, Ada Surat untuk Orang Tua Mereka

Menurut Fishbein attitude adalah predisposisi emosional yang dipelajari untuk merespons segala konsisten terhadap suatu objek.
Trow mengungkapkan attitude sebagai kesiapan mental atau emosional dalam beberapa jenis tindakan pada situasi yang tepat.

Sementara Campbell menyatakan attitude sebagai suatu sindrom atau kumpulan gejala dalam merespons stimulus atau objek sehingga sikap itu melibatkan pikiran, perasaan, perhatian, dan gejala kejiwaan yang lain.

Menurut La Pierre attitude ialah pola perilaku tendensi atau kesiapan diri seseorang tersebut dalam melakukan adaptasi termasuk dalam menyesuaikan diri.

Terkait dengan cara untuk beradaptasi ada yang sederhana dan ada yang rumit, tergantung dari masing-masing orang. Sebab attitude bentuk respons dari stimulus sosial yang dihadapinya.

Soetarno juga mengatakan attitude sebagai pandangan perasaan seseorang yang umumnya diikuti dengan kecenderungan dalam bertindak terhadap objek tertentu.

Jadi objek yang menjadi sasaran sebagai stimulus dan attitude merupakan respons dari orang tersebut.

Syamsudin mengungkapkan attitude sebagai bentuk interaksi seseorang dengan lingkungan sosialnya. Sikap attitude merupakan hasil respons dari stimulus yang didapatkan, di mana saling mempengaruhi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial.

Rakhmat menyatakan attitude merupakan kecenderungan seseorang berpikir, berpandangan, merasakan, serta bertindak. Termasuk kecenderungan seseorang dalam berpikir menemukan ide, menemukan nilai dan situasi tertentu.

Di mana, attitude sebagai kecenderungan seseorang untuk berlaku dengan cara tertentu terhadap objek sikap.
menurut Sarnoff attitude adalah bentuk dari kesediaan seseorang untuk merespons atau disebut disposition to react berdasarkan apa yang dilihat secara positif dan negatif.

Jadi tergantung apa yang dilihatnya, apabila negatif maka attitude orang tersebut cenderung akan negatif, begitu juga sebaliknya apabila positif maka attitude orang tersebut cenderung positif.

Krech dan R.S Crutchfield juga mendefinisikan attitude sebagai sikap yang terbentuk dari hasil organisasi sifat yang menetap dari proses yang sesuai dengan keinginannya sendiri ataupun dari faktor luar.

Hal yang mendasari attitude menurut mereka, yaitu karena adanya faktor emosional dan motivasional yang mampu mendorong seseorang untuk bertindak. Selain itu karena terdapat beberapa hal seperti pengaruh kognitif dan perseptual.

Tingkatan Attitude
Menurut Notoatmodjo, dalam penerapannya ada empat tingkatan attitude. Tingkatan tersebut adalah :
1. Receiving/menerima
Menerima bahwa orang atau subjek mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan atau objek.
2. Responding/merespons
Merespons artinya memberikan jawaban apabila ditanya serta mengerjakan tugas yang diberikan

3. Valuing/menghargai
Individu sudah mampu mengajak orang lain mengerjakan atau mendiskusikan suatu masalah, sehingga sudah mempunyai sikap positif terhadap suatu objek tertentu.

4. Responsible/bertanggung jawab
Bertanggung jawab dalam attitude merupakan mampu dan siap menerima risiko dari segala sesuatu yang telah menjadi pilihannya.

Karakteristik Attitude
Attitude yang dimiliki seseorang memiliki beberapa karakteristik. Adapun karakteristik attitude adalah sebagai berikut:
Attitude bukan merupakan sikap yang dibawa sejak seseorang dilahirkan, namun dibentuk atau dipelajari sepanjang perkembangan individu dalam hubungan dengan orang lain.
Attitude bukan merupakan sikap yang tetap, melainkan dapat berubah-ubah. Perilaku atau tingkah laku dapat dipelajari seseorang atau sebaliknya sehingga yang membuat attitude berubah-ubah apabila terdapat keadaan-keadaan dan syarat tertentu yang mempermudah berubahnya sikap pada individu tersebut.
Attitude tidak dapat berdiri sendiri, akan tetapi senantiasa mengandung relasi tertentu pada suatu objek.
Objek attitude merupakan suatu hal tertentu yang berkaitan antara satu objek dengan objek lainnya.
Attitude juga mempunyai segi-segi motivasi dan segi-segi perasaan.
Attitude dianggap sesuatu yang dibawa sejak lahir, tapi ternyata attitude dapat dipelajari lewat proses belajar seperti yang disebutkan di bagian awal.
Oleh sebab itu, baik-buruknya sikap seseorang bergantung pada proses pengetahuan yang mereka dapatkan dari lahir sampai saat ini. Selain itu, attitude juga dapat terbentuk lewat proses belajar dengan lingkungan terdekat kanan-kiri mereka.

Perbedaan Attitude
Sikap atau attitude dibedakan menjadi dua macam, yaitu attitude sosial dan attitude individual. Sikap atau attitude sosial merupakan kesadaran individu yang menentukan perbuatan yang nyata, berulang-ulang terhadap objek sosial. Attitude sosial menyebabkan terjadinya cara-cara tingkah laku yang dinyatakan secara berulang-ulang terhadap objek sosial

Sedangkan attitude individual merupakan sikap yang hanya dimiliki oleh perseorangan saja, sikap ini berupa kesukaan maupun ketidaksukaan pribadi terhadap objek-objek, orang-orang, ataupun hewan-hewan tertentu.

Perbedaan antara attitude sosial dengan attitude individual ialah sebagai berikut.

Bahwa attitude atau sikap individual dimiliki oleh seorang demi seorang saja, misalnya ketertarikan terhadap binatang-binatang tertentu.

Attitude individual berkenaan dengan objek-objek yang bukan perhatian sosial. Sifat-sifat ini membentuk karakteristik.

Sedangkan attitude sosial menyebabkan terjadinya tingkah laku khas dan berulang-ulang terhadap objek sosial. Oleh karena itu, attitude sosial merupakan suatu faktor penggerak dalam pribadi individu untuk bertingkah laku secara tertentu.

Sehingga attitude sosial dan attitude individual pada umumnya merupakan sifat-sifat dinamis yang sama seperti motif dan motivasi. Yang merupakan salah satu penggerak internal dalam pribadi orang yang mendorongnya berbuat sesuatu dengan cara tertentu.
Selain itu, ada hal-hal pembentuk sikap atau perubahan sikap yang terjadi karena dua faktor.

Faktor internal, yaitu faktor yang terdapat dalam pribadi diri manusia itu sendiri. Faktor ini berupa daya pilih seseorang untuk menerima dan mengolah pengaruh-pengaruh yang datang dari luar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *