Komunitas Bank Sampah Diapresiasi Pj Bupati Bekasi

Editor:
KABUPATEN BEKASI- Meski kini Kabupaten Bekasi berstatus darurat sampah, namun sejumlah masyarakat yang peduli terhadap lingkungan berhasil menekan laju timbunan sampah di TPA Burangkeng yang telah kelebihan kapasitas.
Kini, telah ada lebih dari 200 unit bank sampah yang dibentuk secara mandiri oleh sejumlah komunitas yang peduli terhadap lingkungan. Beberapa pengelola bank sampah juga merupakan binaan dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bekasi.
Dalam acara bertajuk Membangun Semangat, Mengolah Sampah dari Rumah yang digelar oleh UPTD Pengelolaan Sampah Wilayah II dan III Dinas LH, Kabupaten Bekasi, secara khusus Pj Bupati Bekasi mengapresiasi komunitas bank sampah.
“Dalam sehari ada lebih dari 2.000 ton sampah yang dihasilkan di Kabupaten Bekasi, tapi yang bisa dilayani hanya 600 ton saja ke TPA Burangkeng. Oleh sebab itu peran serta masyarakat sangat dibutuhkan. Saya berterimakasih kepada semua pengelola bank sampah yang peduli terhadap lingkungan,” ucap Dani di Cikarang, Kabupaten Bekasi, baru-baru ini.
Dani memaparkan, terdapat tiga kedaruratan terkait permasalahan sampah di wilayahnya. Pertama sampah yang dibuang ke aliran sungai, banyaknya TPS liar serta TPA Burangkeng yang telah overload.
Oleh sebab itu, pihaknya menargetkan menambah setidaknya 187 bank sampah di setiap desa-desa untuk mengatasi permasalahan sampah yang kerap viral di media sosial.
Langkah tersebut akan dimulai dengan cara membangun bank sampah induk yang nantinya jadi tempat penampungan sampah-sampah bernilai ekonomis dari masyarakat.
“Sehingga hasil daur ulang itu nantinya akan kami buatkan bank sampah induk yang tugasnya menyerap produk-produk itu untuk disalurkan, bisa ke dinas atau ke swasta. Apa saja produknya seperti plastik, pupuk, atau lainnya,” ujarnya. (mil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *