Berkas Laporan Dugaan Korupsi DLH-Bapenda Kota Bekasi Raib

Editor:

KOTA BEKASI – Berkas laporan  terkait dugaan korupsi pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Bapenda Kota Bekasi hilang setelah dilaporkan ke Kejaksaan negeri setempat.

“Saya kecewa terhadap Kejari Kota Bekasi. Kok bisa berkas laporan hilang. Dan kami diminta menyerahkan berkas ulang, padahal laporan itu pada April 2022 lalu, ” ungkap pelapor dugaan korupsi DLH dan Bapenda Kota Bekasi ke kejaksaan, Latif kepada awak media, kemarin (22/11).

Kekecewaan Latif terhadap kinerja Kejari Kota Bekasi ketika dia bermaksud menanyakan  berkas laporan dugaan korupsi dan penggelapan anggaran pendapatan daerah (PAD) Kota Bekasi yang telah dilaporkan beberapa waktu lalu.

Namun, jawab staf Kejari Kota Bekasi mengakui berkas laporan dugaan korupsi pada DLH dan Bapenda itu tidak ada alias hilang. Padahal berkas lapiran dugaan korupsi itu diserahkan pada April 2022 lalu.

“Ketahuan saat follow up terkait kasus dugaan korupsi DLH dan Bapenda, staf kejari bilang berkasnya ga ada. Oleh staf diminta berkas itu agar dikirim ulang,” kata Latief.

Mengetahui kondisi yang terjadi di Kejari Kota Bekasi Latif, mengaku bingung dengan kinerja lembaga negara sebagai garda penegak keadilan. Pantesan lanjutnya laporan mereka terkait dugaan korupsi tidak ada kejelasan sampai sekarang.

“Dibilang berkas itu tidak ada satupun, jadi ini kan bingung. Berkas di Kejaksaan bisa hilang, sementara kami percayakan pelaporan ini untuk ditindaklanjuti,” sebut Latief yang juga ketua Umum ARB.

Dikonfirmasi awak media terkait hilangnya berkas laporan dugaan korupsi staf di Kejari Kota Bekasi, dibenarkan oleh salah satu pegawai Kejari bernama Elis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *