Uang Gratifikasi Pepen Diterima Kasie Datun, Kejari Ngaku Kecolongan, Duit Sudah Dikembalikan ke KPK

Editor:

KOTA BEKASI – Aliran dana gratifikasi dalam kasus Wali Kota Bekasi non-aktif Rahmat Effendi ternyata juga ke Kejari Kota Bekasi. Hal tersebut bahkan telah dikonfirmasi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bekasi Laksmi Indriyah R. Kepada awak media, Laksmi mengakui bahwa uang gratifikasi dari Wali Kota Bekasi non aktif Rahmat Effendi (Pepen) diterima langsung oleh Kasie Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), berinisial AL.

“Saya tidak mengetahui asal uang dari mana, karena dipegang langsung oleh yang bersangkutan (Kasie Datun), tujuan pemberian uang itu untuk kegiatan Datun,”ujar Laksmi dalam konfrensi pers.

Dikatakan dia, uang yang diterima oleh Kasie Datun, jelasnya kemungkinan karena ada kegiatan selaku mitra kerja dari Pemkot Bekasi sebagai pengacara negara.
Laksmi pun menegaskan bahwa penerimaan uang tersebut tanpa sepengetahuannya. Uang dari Wali Kota non-Aktif itu tidak dimasukkan ke Kas Kejaksaan Negeri Kota Bekasi.

“Uang Rp200 juta dari Wali Kota Bekasi non-aktif itu tidak termasuk pencatatan uang Negara nontek. Namun uang itu  ditujukan untuk dimasukkan kedalam anggaran Datun,”jelas Laksmi kembali membela.

Dia pun mengklarifikasi terkait pengembalian uang gratifikasi  ke rekening KPK dengan mengatakan bahwa  uang  yang diterima Kasie Datun itu merupakan uang honor. “Selama honor tersebut tidak tumpang tindih dengan anggaran yang ada di kantor (Kejari) jadi tidak dobel ya. Namun setelah dilihat penerimaan tersebut tidak prosedur maka dikembalikan ke rekening KPK,” terang Laksmi.

Soal kenapa kenapa bendahara yang menyetorkan, Laksmi menjelaskan, karena untuk memastikan bahwa uang tersebut sampai ke rekening KPK.  “Pastinya jelas Kajari uang tersebut belum di pergunakan.
Setelah diketahui tidak sesuai prosedur, maka uang dikembalikan,”ucapnya.

Ia pun mengakui mengetahui hal itu setelah ada pemberitaan. Dia pun langsung mempertanyakan kepada Kasie Datun Langsung. Setelah itu baru memberi klarifikasi melalui konfrensi pers.

Sebelumnya dalam direktori putusan perkara Nomor 314/Pid.Sus-TPK/2022/PN. Bandung atas nama terdakwa Walikota Bekasi non aktif, Rahmat Effendi yang divonis 10 tahun penjara, dan denda Rp1 miliar yang diunggah melalui situs Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Bandung, terdapat sejumlah nama pejabat yang diduga menerima dana gratifikasi.

Namun sejumlah nama yang diduga menerima dana gratifikasi tersebut mengembalikan ke Rek Penampungan Perkara KPK No.4420220250064 di BNI setelah Penyidik KPK melakukan penyidikan kasus OTT Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, Rabu (5/1/2022) lalu dari kediamannya di Pekayon, Bekasi Selatan.

Salah satu pihak yang telah mengembalikan uang yang diduga sebagai dana gratifikasi itu adalah pengembalian oleh Bendahara Penerimaan Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Ratna Herawati, SH., tertanggal 24 Februari 2022 sebesar Rp.200.000.000,- ke Rekening Penampungan Perkara KPK No.4420220250064 di BNI sebagaimana tercatatat pada laman situs SIPP PN Bandung.

Aktivis Mengawasi Pengembalian Uang ke KPK

Aktivis Forum Komunikasi Intelektual Muda (Forkim) Mulyadi, mengajak seluruh elemen masyarakat di Kota Bekasi untuk turut serta mengawal terkait Pengembalian Uang ke KPK yang dilakukan oleh pihak (Institusi) Kejaksaan Negeri.

Menurutnya, baik si penerima (institusi) maupun perorangan, diantaranya oleh Kejaksan Negeri, Mantan Ketua DPRD dan juga Sekertaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota Bekasi.
Secara terpisah, hal senada juga disepakati oleh Pengamat Kebijakan Publik yang juga Sekretaris Brigade Anak Serdadu (BAS) Bekasi Raya, Agung Ragil.

Kedua pegiat antikorupsi tersebut mengapresiasi kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas usaha membongkar dugaan korupsi berjamaah yang terjadi diwilayah Pemerintahan Kota Bekasi. Hal ini dimulai dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada awal tahun 2022 terhadap Wali Kota Bekasi non-aktif Rahmat Effendi dan sejumlah Pejabat Daerah lainnya, dari tingkat Lurah, Camat sampai Kepala Dinas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *