Perumdam Bikin Ulah Lagi, Empat Bulan Tanpa Air, Ratusan Rumah Ujug-Ujug Kena Denda

Editor:

KARAWANG – Ratusan kepala keluarga (KK) dua dusun di Desa Jayanegara Kecamatan Tempuran mengancam bakal demo ke Perumdam Tirta Tarum usai mendapatkan surat tagihan yang jumlahnya sekitar 300-400 ribu per rumah. Padahal selama empat bulan terakhir ratusan rumah di dua dusun itu tak mendapatkan aliran air dari Perumdam.

Salah satu warga setempat, Endang kepada KBE menuturkan, terhentinya aliran air Perumdam Tirta Tarum ke pemukiman warga terjadi sejak bulan Mei 2022 lalu. Semenjak itu, air dari Perumdam Tirta Tarum hanya ke luar pada tengah malam saja, itupun harus dengan bantuan pompa air terlebih dahulu.

Sejak itu, warga memilih beralih menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari. Hal terebut membuat warga kesal Ketika tiba-tiba mereka mendapat surat tagihan dari Perumdam Tirta Tarum dengan nominal yang cukup besar.

“Di sini mayoritas penggunaan PDAM setelah pasca lebaran merasa dirugikan dan tidak puasa dengan pelayan. Hampir setiap hari PDAM tidak ada air. Jika ada harus menggunakan pompa dan menambah beban listrik itupun hasilnya airnya tetap kecil. Warga sudah sering mengeluhkan masalah ini ke pihak PDAM, namun tetap saja tidak ada solusi” cetus Endang bersama warga Dusun Pulohideung dan Pulohaur, Desa Jayanegara kepada KBE, Rabu (26/10).

Menurut keterangan Endang warga saat ini memilih tidak menggunakan sama sekali air Perumdam. Namun ironisnya ketika dirinya meminta pembayaran tagihan justru malah ada pembengkakan tagihan, yang padahal ketika Endang bertanya ke pihak PDAM Unit Lemahabang biaya beban itu hanya senilai Rp. 135 ribu.

“Di sini ada surat penagihan, disini ada si bapak, si ibu, si ibu tidak pakai dari bulan Juli namun ada tagihan harusnya beban, kata kanit Lemahabang PDAM bebannya 135 untuk tiga bulan. Kenyataan lebih dari itu ada 280 ribu 483 ribu dan 270 ribu,” jelasnya.

Diceritakan Endang, ia warga yang lain sudah sempat menyampaikan keluhan kekosongan air ke pihak PDAM, namun  hingga saat ini tidak pernah ada solusi konkret, sebaliknya warga malah tetap mendapat tagihan plus dengan dendanya.

“Sudah di sampaikan beberapa kali ke PDAM namun tidak ada solusi, sempat ada orang PDAM Karawang mau bikin bor disini, saya izinkan, gapapa. Katanya tidak jadi karena posisi terlalu rendah. Ada yang lebih tinggi, di pak gani boleh saya lobi sudah boleh, PDAM sampe sekarang belum ada,” kata dia.

Atas kejadian ini, kata Endang, ia bersama pemerintah dan masyarakat Desa Jayanegara akan menggeruduk langsung kantor Perumdam Tirta Tarum pekan depan.

“Saya mau kesana minggu depan mau geruduk kesana mau ke PDAM Karawang, laporan mah laporan tapi tidak ada hasil. Bayar mah bayar air tidak ada,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *