Azizah Zahratussyif Jagoan Taekwondo SDIT Al-Jannah Juarai Piala Menpora RI, Azizah Akui Dirinya Tidak Menyangka Bakal Jadi Yang Terbaik

Editor:

Azizah Zahratussyifa Ismail masih terkejut dan belum percaya bisa meraih capaian prestasi tersebut. Azizah senang bisa membawa nama baik klub, SDIT Al-Jannah, serta mengharumkan nama daerah. “Rasanya seneng banget dan kaget. Enggak nyangka juga bisa seperti itu. Alhamdulillah bisa membanggakan orang tua juga,” kata Azizah.

Azizah mengatakan setiap atlit, baik taekwondo maupun cabang olah raga lainnya harus rutin menjaga pola makan, serta disiplin dalam berlatih. Hal tersebut merupakan kunci untuk mempersiapkan diri dalam perlombaan.

“Persiapan khususnya itu percaya diri, terus menjaga pola makan, terus latihan juga lumayan sering. Terus akhirnya taekwondo jadi hobi, latihan pun juga begitu, jadi seru dan tidak ada beban,” terang Azizah.

Susmiarti menerangkan sebagai sekolah dengan dasar landasan pendidikan dan pembelajaran tahfidz al-quran, setiap anak dari kelas 1 sampai kelas 6 rata-rata berhasil menghafalkan 3 juz dengan lancar. Kepala SDIT Al-Jannah merasa berlatih fokus dan menghapal tersebut turut membantu perkembangan siswa pada aspek lain, termasuk pada Azizah.

“Pembelajaran tahfiz dari kelas 1 sampai kelas 6, rata-rata minimal anak 3 juz sudah lancar. Walaupun banyaknya pendapatan hafalan macam-macam, banyaknya sih rata-rata 5 juz, tapi kita buktikan 3 juz saja. Duduk dan langsung setoran 3 juz tanpa salah. Karena hal tersebut, anak jadi dapat belajar sesuatu dengan lebih mudah, karena terbiasa fokus dan mengingat pembelajaran,” terang Susmiarti.

SDIT Al-Jannah berdiri sejak tahun 2016 dan bernaung di bawah Yayasan Pesantren Al-Jannah Karawang. Sekolah tersebut memiliki fokus dan misi melahirkan para siswa tahfidz al-quran dengan mempraktikkan amalan dalam al-quran. Selain jenjang SD, yayasan tersebut juga membawahi jenjang SMP dengan dasar pendidikan yang serupa yaitu tahfidz al-quran. Susmiarti mengatakan rata-rata siswa SMP sudah menghafal al-quran sebanyak 17 juz. Walaupun tak sedikit siswa yang memiliki jumlah hafalan lebih dari itu.

“Untuk pembelajaran di tingkat SMP, satu kali duduk bisa selesai 30 juz, itu dia belajar dua tahun empat bulan atau berapa gitu, hafal 30 juz. Terus kami sebagai penguji ikut duduk mendampingi dari subuh sampai jam 9 malam. Kalau siswa yang tinggal di asrama, rata-rata hafalannya sudah bagus. secara umum anak menghafal 17 juz,” terang Susmiarti.Diceritakan Susmiarti setiap anak rata-rata butuh 4 tahun untuk pembelajaran tahfidz al-quran. Untuk itu jumlah siswa di SDIT Al-Jannah terbilang terbatas karena SDM di sekolah tersebut fokus membina dan mengarahkan tiap siswa dengan penuh perhatian.

“Rata-rata butuh empat tahun, mangkanya kelas 1 kami fokuskan belajar iqro, kelas 2 belajar menghafal, kelas 3 memperbaiki hafalan, kelas 5 sudah hafal. Setahun pun jumlah siswa kurang dari 60, karena kami fokus untuk mengarahkan tiap siswa. Satu guru tahfidz mengarahkan 10 siswa,” tutup Susmiarti. (cr1/wyd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *