Melihat Wajah Baru Situ Ciburuy, Setelah Habiskan Anggaran Rp32 Miliar

Editor:

Selain ikannya yang sulit dipancing, Situ Ciburuy juga sempat menjadi tempat peristirahatan favorit para pelaku perjalanan. Area dinilai kurang representatif menjadi alasan mereka tak lagi berkunjung untuk beristirahat.

Namun kini setelah revitalisasi, Kang Emil berharap Situ Ciburuy kembali menjadi rest area favorit pelaku perjalanan baik dari arah Bandung menuju Cianjur dan sekitarnya maupun arah sebaliknya.

Para pelintas selain akan dimanjakan oleh keindahan Situ Ciburuy, mereka juga bisa menikmati produk UMKM dan kuliner khas Bandung Barat.

“Ini bisa kembali lagi menjadi rest area untuk pelaku perjalanan, berhentilah dulu karena di sini ada kegiatan jual beli barang dari produk UMKM kebanggan KBB, juga kulinernya yang khas sambil melihat situ yang kini sudah representatif,” harap Kang Emil.

Tak hanya itu, di Situ Ciburuy juga akan diadakan event yang menghibur. Kang Emil menyebut event tersebut bisa berupa Ciburuy Fashion Week, pameran seni budaya hingga lomba perahu tradisional.

Baca Juga : Tinjauan Underpass Depok, Ridwan Kamil: Insya Allah Akhir Tahun Selesai

“Dinas SDA kami dan Pak Hengky akan merumuskan event-event supaya orang datang ada festival, apakah Ciburuy Fashion Week di atas air, lomba perahu dan lain-lain,” sebutnya.

Sementara itu, dari laporan yang Kang Emil terima, masih terjadi pencemaran ke Situ Ciburuy oleh warga sekitar dan industri. Pihaknya pun langsung menugaskan Dinas Lingkungan Hidup bersama Kepolisian dan TNI untuk mendisiplinkan pihak yang mencemari Situ Ciburuy.

“Masih ada laporan pencemaran dari warga sekitar dan industri, sudah saya tugaskan DLH bersama kepolisian dan TNI untuk mendisiplinkan saya beri waktu tiga bulan untuk edukasi,” ujar Kang Emil.

Bila dalam waktu tiga bulan ke depan warga maupun industri masih mencemari situ, pihaknya akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Kalau sudah lewat tiga bulan masih saja mencemari mohon maaf akan ada ketegasan hukum dari kami, karena apa yang sudah dilakukan ini harus dijaga dan kualitas air juga harus baik,” tegas Kang Emil.(amn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *