Kehidupan di Balik TPAS Jalupang (1): Kepala Manusia, HP hingga Uang Jutaan Rupiah

Editor:

KARAWANG- TPAS Jalupang menjadi tempat di Desa Wancimekar Kecamatan Kotabaru yang menyisakan cerita lain di balik kondisinya yang overkapasitas dan tiga mesin insinerator super mahal milik Pemkab Karawang yang kini terkubur sampah. Di TPAS Jalupang, banyak kisah yang dialami oleh para pengepul sampah yang setiap harinya hidup dari sampah-sampah yang dianggap tak bernilai lagi oleh pembuangnya.

Sebagian dari para pengepul ketiban untung menemukan ‘harta karun’ di balik tumpukan sampah yang diulak-alik olehnya. Kehidupan di balik TPAS Jalupang memang unik.

Sumiyati (51) warga Desa Pangulah Utara salah satu dari sekian banyak pemulung yang setiap hari datang ke TPAS Jalupang bercerita jika orang-orang yang datang menjadi pengepul sampah di sana bukan hanya orang Karawang saja. Tapi juga dari luar daerah, seperti daerah Jawa Tengah.

Baca Juga: Mesin Insinerator dan Bangunan di TPAS Jalupang ‘Raib’ Terkubur Sampah

“Kalau sekarang kebanyak malah orang Bandung,” kata Sumiyati yang juga bercerita selain menjadi pengepul sampah di TPAS Jalupang ia juga berprofesi menjadi buruh tani.

Ketika awal-awal menjadi pengepul sampah di TPAS Jalupan, Sumiyati mengaku langsung sakit, Hidungnya belum terbiasa menciumi bau-bau tak sedap dari gunungan sampah di sana.  “Awal-awal masuk, mah eneg, makan ga bisa makan. kalau udh biasa mah biasa aja,” kata Sumiyati.

Wanita yang tak melepaskan kerudungnya saat mengepul sampah ini kepada KBE juga menceritakan pengalaman ia dan teman-temannya menemukan ‘harta karun’ berupa uang, hingga barang berharga. Penemuan uang dialami langsung oleh teman dia. Kata Sumiati, uang yang ditemukan oleh temannya sangat banyak di dalam kantong keresek. Saat dihitung jumlahnya ada Rp 6 juta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.