oleh

DPPKB : Peran Ibu Cegah Stunting dan Obesitas

Selanjutnya, kata Yayat, ketika ibu telah melahirkan disarankan untuk segera ber-KB untuk mengatur jarak kelahiran, supaya ibu dan akan sehat termasuk pemberian ASI eksklusif 0-6 bulan pertama. Kemudian, memberikan makanan tambahan pendamping ASI untuk balita 6-2 tahun.

“Itu langkah-langkah yang dilakukan untuk pencegahan stunting supaya keluarga- keluarga betul-betul kondisi anak sehat dan ibunya sehat,” ucapnya.

Tak hanya itu, sambung dia, upaya mencegah stunting atau kondisi kurang gizi kronis yang ditandai tinggi badan tidak normal pada anak, bisa dimulai sejak perempuan atau calon ibu berusia remaja.

Menurut Yayat, bukan hanya sejak anak berusia 1.000 hari pertama, para perempuan yang nantinya manjadi calon ibu juga sebelumnya harus cukup asupan gizinya, termasuk zat besi, agar tidak terkena anemia pada masa remaja hingga saatnya mereka hamil dan melahirkan anak.

“Kalau mau mencegah stunting, mulai dari sebelum hamil, sekarang harusnya jadi primer. Perbaikan gizi perlu dilakukan untuk mencegah stunting dan obesitas,” pungkasnya. (san/rie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.