oleh

Akibat Sebut “Kalimantan Tempat Jin Buang Anak”, Edy Mulyadi Dicari Pasukan Dayak Merah, Harus Dihukum Adat

EDY Mulyadi dicari Pasukan Merah Dayak, karena pernyataannya yang menyakiti masyarakat asli di Kalimantan untuk menerima hukum adat.

Dalam video yang menyebar di media sosial, nampak Pasukan Merah Dayak yang membawa mandau menyampaikan pernyataan merespons Edy Mulyadi.

“Pulau Kalimantan sebagai tempat jin buang anak. Sangat menyakiti dan menyinggung perasaan kami penduduk asli Kalimantan dan orang yang berdomisili di Kalimantan,” kata juru bicara dalam video tersebut.

Diketahui, pasukan tersebut adalah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) atau Pasukan Merah.

Mereka menyatakan tidak terima dengan ucapan Edy Mulyadi Kalimantan tempat jin buang bayi.

“Meminta instansi terkait, Kapolda, Kapolri agar bertindak tegas,” tandas mereka.

Tindakan tegas, kata juru bicara tersebut, sangat diperlukan karena hal tersebut bersifat rasis dan menyinggung hati juga perasaan warga Kalimantan.

Mereka juga meminta Edy Mulyadi hadir langsung ke Kalimantan untuk mendapatkan hukuman adat.

Hukum Adat
“Kami harapkan saudara Edy Mulyadi hadir langsung ke tanah borneo, untuk meminta maaf langsung kepada warga dan juga untuk dijatuhi hukum adat,” tandasnya.

Sebelumnya, Edy Mulyadi minta maaf atas pernyataannya terkait dengan tempat ibu kota negara baru di Kalimantan yang disebut sebagai tempat jin buang anak.

Terkait dengan pernyataan tersebut Edy Mulyadi mengaku tidak ada maksud untuk menghina. Kendati demikian dia tetap minta maaf atas pernyataannya itu.

“Kita punya tempat bagus, mahal di Jakarta. Tiba-tiba-tiba kita jual, lalu pindah ke tempat jin buang anak. Di Jakarta, tempat istilah jin buang anak itu, untuk menggambarkan tempat yang jauh,” kata Edy, dalam pernyataan di Kanal Youtube, Senin (24/1/2022).

Menurut dia, istilah tempat jin buang anak lazim digunakan. Jangankan Kalimantan, Monas dulu disebut tempat jin buang anak. Kemudian BSD, tahun 80-90-an juga disebut tempat jin buang anak.

“Tetapi ada yang berusaha memainkan isu ini. Saya akan minta maaf. Cuma yang saya sampaikan dalam konteks jin buang anak adalah lokasi yang jauh, terpencil,” tandasnya.

Dia juga meminta maaf bila warga di Kalimantan merasa terganggu dan terhina atas pernyataannya tempo hari.

“Kalau kemudian ada teman-teman di Kalimantan ada yang merasa tergganggu dan terhina, saya minta maaf,” katanya. (bbs/yud/kbe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.