oleh

Miris, Anak Berkebutuhan Khusus Jadi Korban Pemerkosaan

“Ini akan ditangani oleh tenaga ahli yang khusus. Tapi, kami akan terus melakukan komunikasi,” kata dia.

Ketua Harian P2TP2A Kabupaten Tasikmalaya, An’an Yuliati, mengatakan, proses hukum terkait kasus itu telah sepenuhnya ditangani oleh Polres Tasikmalaya. Pihaknya akan fokus terkait pendampingan kepada korban.

Direncanakan, proses pendampingan langsung kepada korban baru akan dilakukan pada Kamis (20/1/2022). Sebab, saat ini P2TP2A Kabupaten Tasikmalaya juga masih melakukan pendampingan dalam kasus lainnya.

“Mohon maaf, bukan apa-apa, tapi karena kami juga melakukan banyak pendampingan, jadi baru besok akan langsung melakukan pendampingan. Kami tinggal turun untuk pendampingan korban untuk trauma healing atau konselingnya,” kata dia.

Dia menjelaskan, pendampingan yang akan dilakukan di antaranya adalah melakukan trauma healing agar kondisi korban kembali seperti semula. Selain itu, P2TP2A Kabupaten Tasikmalaya akan mendalami terkait kebutuhan khusus anak tersebut.

“Kami belum tahu kebutuhan khususnya seperti apa. Karena saya baru dapat catatan, anak itu berkebutuhan khusus. Apabila dalam pemulihannya perlu bantuan psikolog, kami akan bawa ke psikolog,” kata dia.

Menurut dia, ketika bertemu dengan korban di Polres Tasikmalaya pada Selasa (18/1/2022), kondisinya secara kasatmata baik-baik saja. Namun, ia menyebut, belum tentu secara psikis anak itu dalam kondisi baik. Sebab, korban kekerasan seksual pasti akan mengalami trauma.

“Kondisi terkahir saat kemarin di Polres, baik-baik secara kasatmata. Namun, untuk mendalami kesehatan psikisnya baru akan dilakukan besok,” kata dia. (bbs/rpk/kbe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.