oleh

Cara Ganjar Tangani Kemiskinan di Jateng Tuai Kritik, Saiful Hadi: Mirip YouTuber Itu Hanya Bentuk Pencitraan Semata

ANGGOTA Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Tengah, Saiful Hadi, mengomentari gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang dor to dor ke masyarakat miskin di Jateng dan memberikan bantuan berupa sembako.

Menurut Saiful Hadi, cara Ganjar mirip YouTuber itu hanya bentuk pencitraan semata. Kata dia, Ganjar harusnya fokus mengentaskan kemiskinan dengan program-program pemerintah.

“Penurunan kemiskinan sebaiknya fokus ke program. Bisa melalui pertanian, peternakan, perikanan, infrastruktur yang berdaya ungkit ekonomi atau lainnya,” ujar Saiful Hadi lewat keterangannya, dikutip Sabtu 15 Januari 2022.

Sementara kata dia, apa yang dilakukan Ganjar Pranowo bukan melalui program pemerintah, tetapi man to man marking. Sehingga terkesan hanya pencitraan semata.

Dia menilai, gaya yang memainkan bantuan orang per tidak akan bisa mengentaskan kemiskinan di Jateng yang saat ini mencapai 11,7 persen atau sekitar 4,1 juta jiwa atau naik 0,38 persen dari sebelum pandemi.

Padahal, jika dirata-rata dengan APBD Rp 27-28 triliun per tahun, maka dalam kurun waktu hampir dua periode jabatan maka Ganjar Pranowo sudah mengelola anggaran sekitar Rp 200 triliun.

“Yang perlu digarisbawahi, PDI Perjuangan mengusung kepala daerah memang salah satu tugasnya menurunkan angka kemiskinan, untuk semua warga Jateng,” katanya.

Saiful Hadi memberikan kritik tersebut setelah salah satu Ketua DPC PDI-Perjuangan di Kecamatan Temanggung, Jawa Tengah, Fajar Nugroho mengembalikan sejumlah bantuan yang diberikan Ganjar Pranowo kepada anak dan Istrinya.

Ganjar Pranowo memberikan bantuan ke keluarga Fajar dengan merekam aktivitasnya tersebut dalam bentuk video dan diunggah ke akun YouTube-nya dengan judul: Rumah Reyot Kader PDIP di Tanah Bengkok.

Fajar Nugroho mengembalikan bantuan itu karena tidak terima keluarganya dijadikan konten di YouTube oleh Ganjar.

Saiful Hadi membantah bahwa apa yang dilakukan Fajar karena intervensi Partai.

“Tidak. Itu kan kata orang lain. Yang lebih tahu kader yang bersangkutan. Tidak ada intervensi. Bisa ditanyakan ke yang bersangkutan,” kata Saiful. (bbs/fjr/kbe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *