oleh

Bacok Pelajar Hingga Tewas, 2 Pelaku Pembacokan Ditangkap, Sisanya Masih Diburu

PELAKU pembacokan yang menewaskan satu pelajar berinisial F (16), dalam aksi tawuran di wilayah Kecamatan Cikupa, Tangerang, telah ditangkap polisi.

“Dua pelaku pembacokan terhadap siswa SMAN 31 Kabupaten Tangerang sudah tertangkap.

Yang lainnya masih diburu,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Zain Dwi Nugroho di Tangerang, Jumat (14/1).

Ia mengatakan, kedua pelaku yang ditangkap berinisial R dan A, dimana mereka merupakan siswa dari SMK Taruna Karya.

“Iya SMK di Cikupa juga, inisial pelaku R dan A. Kami sedang melakukan pengembangan, untuk menangkap pelaku lainnya,” tuturnya.

Ia mengaku, atas adanya peristiwa tersebut sangat prihatin dan disesalkan. Oleh karenanya pihaknya pun akan berupaya untuk menekan terjadinya kembali aksi tawuran antar pelajar dengan berkoordinasi bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.

Selain itu, pihaknya juga akan menggencarkan kegiatan patroli dilokasi-lokasi yang dianggap rawan terjadi aksi tawuran antar-pelajar itu.

“Kami sedang dorong kordinasi, dengan pihak Disdik Kabupaten Tangerang dan sekolah untuk giat pencegahan, lalu kami akan lakukan razia dan patroli di wilayah rawan tawuran,” ujar dia.

Sementara itu, Plh Kepala Sekolah SMAN 31 Kabupaten Tangerang, Barnas membantah bahwa siswanya terlibat dalam aksi tawuran. Menurutnya, siswanya itu hanya kebetulan sedang pulang, lalu dicegat oleh anak sekolahan dari SMK Taruna Karya.

“Kalau dibilang tawuran, saya menolak. Kalau tawuran itu, kan, sama-sama siap. Ini justru lebih identik dengan pembegalan, karena siswa saya mau pulang lalu dicegat. Bukan mau tawuran,” katanya.

Menurutnya, bahwa korban F yang merupakan siswa SMAN 31 Tangerang ini terkenal baik di lingkungan teman dan keluarganya, dan di saat sekolah pun tidak ada hal-hal catatan negatif. “Korban terkenal baik, tidak ada masalah di sekolah juga. Sebelum pulang dia salat dahulu,” ujarnya.

Kemudian, ia mengungkapkan jika siswa dari SMAN 31 yang terlibat dalam peristiwa itu kurang lebih sebanyak 8 orang, 1 meninggal, 1 luka ringan, sementara 6 orang lainnya tidak mengalami luka apa pun. “Ada empat motor, kemungkinan siswa saya ada delapan orang, satu meninggal dunia, satu luka ringan, dan enam orang lainnya aman. Kami sudah serahkan semuanya kepada pihak kepolisian,” tuturnya.

Ia meminta agar pihak kepolisian setempat segera dapat mengadili para pelaku. Sehingga bisa memberikan efek jera kepada siswa-siswi lainnya agar peristiwa mengenaskan tersebut tidak terulang kembali.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian, untuk terus memantau agar tidak ada dendam berkepanjangan antar pelajar ini,” kata dia. (bbs/jpnn/kbe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *