Terdampak Megaproyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Petani 3 Tahun Sawah Tidak Panen

Editor:

NASIB pilu dialami warga Desa Depok, Kecamatan Darangdan, Purwakarta. Sudah tiga tahun para petani di sana tidak lagi bisa memanen padi hasil tanam lantaran ladang sawah mereka tertimbun tanah dampah pembanguan megaproyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Kemarin (21/12) belasan warga yang berprofesi sebagai petani dan buruh tani mendatangi kantor DPRD Purwakarta mengadukan nasib mereka kepada anggota DPRD.

“Sudah tiga tahun lebih, tidak bisa menanam padi di sawah. Karena sawah terurug tanah dari longsoran projek KCIC,” keluh seorang petani Desa Depok yang datang ke Kantor DPRD Purwakarta, Ihat Solihat.

Keluhan demi keluhan terus warga suaraka sejak 2 tahun terakhir. Darimulai menyampaikan keluhan ke pemerintah desa, hingga pemerintah kecamatan. Namun tak pernah ada solusi konkret yang menjadi jalan ke luar keluahan warga.

“Sawah bagi warga adalah sumber kehidupan. Tiga tahun saya dan yang lain tidak punya penghasilan untuk makan. Untung saja, ada anak yang ngasih makan,” ujar Elim, petani yang datang ngadu ke dewan bersama Ihat Solihat.
Bukan hanya solusi yang tak kunjung didapat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *