UNIQLO Beri Kesempatan Kerja Bagi Penyandang Disabilitas

Editor:

BANDUNG – Keberadaan penyandang disabilitas semakin diperhatikan oleh masyarakat dunia, hal ini juga semakin dikukuhkan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada setiap tanggal 3 Desember. Perusahaan ritel global asal Jepang, UNIQLO juga turut serta memberikan kesempatan kerja dan peluang pengembangan diri bagi para penyandang disabilitas sebagai upaya kepedulian terhadap pemenuhan hak-hak mereka.

Hal ini selaras dengan wujud nyata 3 pilar utama sustainability yaitu, People, Planet dan Society, yang diusung oleh UNIQLO. Dalam pilar People, UNIQLO berkomitmen untuk memberikan ruang bagi semua orang dari berbagai latar belakang, merangkul segala perbedaan serta menghormati setiap keunikan individu untuk dapat mengembangkan dirinya serta sama-sama berkontribusi untuk masyarakat (pilar Society) dan menjaga lingkungan (pilar Planet) untuk dunia yang lebih baik melalui pakaian.

Sejak tahun 2014, UNIQLO mulai aktif merekrut penyandang disabilitas di Indonesia. Berdasarkan data per Desember 2021, saat ini terdapat 13 staf penyandang disabilitas intelektual, wicara dan pendengaran yang bekerja di 13 gerai UNIQLO Indonesia. Dalam proses perekrutan tenaga kerja disabilitas, UNIQLO bekerja sama dengan organisasi Special Olympics Indonesia dan ThisAble yang juga membantu dalam hal pengembangan karyawan dan memberikan berbagai pelatihan bagi para penyandang disabilitas.

“Kami percaya bahwa menerima dan menghormati nilai-nilai yang berbeda adalah kekuatan pendorong di balik ide-ide dan inovasi baru dalam berkarya. Kehadiran mereka memberikan semangat dan inovasi baru pada perusahaan kami,” ungkap Yugo Shima, Chief Operating Officer PT Fast Retailing Indonesia (UNIQLO Indonesia).

Langkah tersebut juga merupakan salah satu kewajiban dan komitmen dalam memenuhi peraturan Ketenagakerjaan untuk mempekerjakan penyandang disabilitas. Dengan Dasar Hukum: UU No 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang tercantum pada Pasal 53 ayat (2) UU tersebut menyebutkan bahwa perusahaan swasta wajib mempekerjakan paling sedikit 1% penyandang disabilitas dari jumlah seluruh pekerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *