oleh

Ridwan Kamil Ingin Masuk Partai, Golkar Sarankan Gubernur 2 Periode

BANDUNG – Partai Golkar Wilayah Jawa Barat menyarankan agar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melanjutkan karier politiknya di Jabar, bukan di Pilpres 2024.

Wakil Ketua 1 DPD Golkar Jawa Barat Aria Girinaya mengatakan, Ridwan Kamil memiliki kualifikasi yang mumpuni sebagai pemimpin. Namun dia menilai Ridwan Kamil lebih tepat untuk kembali maju di Pilgub Jabar.

“Paling ideal untuk Pak RK adalah melanjutkan Gubernur Jabar dua periode,” kata Aria saat dihubungi lewat telepon seluler, Senin (6/12).

Menurut Aria, di periode kedua nanti Ridwan Kamil punya peluang menuntaskan program unggulan dan inovasi yang banyak dilahirkan di kepempimpinan periode pertama. “Keberhasilan selama dua periode akan membuat modal politiknya bertambah kuat dan besar,” kata Ketua PDK KOSGORO 1957 Jawa Barat

Aria mengakui Golkar akan sangat terbuka jika Ridwan Kamil memutuskan menjadi kader partai belambang beringin tersebut. Sebagai partai tengah, lanjut Aria, Golkar memandang Ridwan Kamil adalah tokoh potensial. Namun jika berbicara peluang menjadi Capres, Golkar sudah bulat untuk mengusung Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

“Golkar sudah punya keputusan, capresnya Pak Airlangga Hartarto. Keputusan ini sudah tegak lurus dan sejauh ini tidak ada perubahan apapun,” ujar Aria.

Seperti diketahui, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan rencananya untuk bergabung ke partai politik pada 2022 mendatang. Namun, ia masih belum memutuskan apakah maju di Pilpres 2024 atau Pilgub Jabar.

Sebelumnya, saat acara Future Leader di Fisipol UGM pekan lalu, Ridwan Kamil membuka rencana politiknya ke depan. “Jadi kalau ternyata tidak ada partai yang mengusung, yang paling realistis dalam menu politik saya adalah melanjutkan gubernur jilid dua. Tapi kalau ada partai yang merasa butuh tokoh yang elektabilitasnya lumayan, mungkin sosok saya akan dihitung ya saya bismillah. Makanya saya sudah putuskan, tahun depan saya masuk parpol,” kata Emil, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menilai, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tidak otomatis diusung sebagai calon presiden jika bergabung ke partai politik. Menurut Adi, sosok Ridwan Kamil belum tentu memberikan daya tawar yang kuat bagi partai politik. Sebab, elektabilitas Emil, sapaan akrabnya, belum termasuk tiga besar.

“Dari segi elektabiltitas Pak Ridwan Kamil kan belum masuk tiga besar, yang masuk tiga besar tetap Prabowo, Ganjar, sama Anies. Ridwan Kamil ini masuk 4 atau 5 besar,” kata Adi.

“Artinya ini yang juga membuat partai-partai sekalipun menerima Ridwan Kamil tidak akan membuat partai yang bersangkutan untuk memiliki bargain dan daya tawar politik yang kuat,” kata dia. (bbs/mhs/kbe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *