oleh

Waspada Banjir, Potensi Terjadinya Tanah Longsor Meningkat

WILAYAH Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) dinyatakan rawan dan berstatus waspada banjir hingga banijr bandang saat turun hujan akhir November ini.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung Teguh Rahayu mengatakan, ada 13 kabupaten dan kota di Jawa Barat termasuk Ciayumajakuning rawan banjir. Potensi rawan banjir tersebut berdasarkan prakiraan cuaca berbasis dampak atau Impact-Based Forecast (IBF) dengan memperhitungkan potensi dampak yang akan terjadi akibat dari cuaca.

”Analisis dari kondisi atmosferik global hingga lokal menunjukkan adanya aktivitas pertumbuhan awan konvektif di wilayah Jawa Barat pada umumnya. Sehingga kejadian hujan di wilayah Jawa Barat mulai meningkat,” ujarnya di Bandung, kemarin.

Adapun wilayah lainnya selain Ciayumajakuning yakni, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur.

BMKG meminta sejumlah pihak terkait agar mengantisipasi sejumlah dampak terkait adanya potensi banjir di 13 wilayah kota atau kabupaten tersebut.

Selain banjir atau banjir bandang, menurut Rahayu, bencana tanah longsor pun berpotensi terjadi pada musim hujan pada akhir November. ”Karena mulai terjadi aktivitas pertumbuhan awan konvektif, peluang terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jawa Barat bertambah sehingga potensi terjadinya tanah longsor meningkat,” terangnya.

Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat agar tetap mewaspadai potensi adanya bencana alam tersebut guna menghindari dampak kerusakan yang juga berpotensi timbul.

”Masyarakat tetap tenang dan waspada. Berhati-hati ketika beraktivitas di luar rumah dan mengurangi kegiatan di luar apabila tidak penting,” imbaunya. (bbs/mg4/rc/kbe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *