oleh

Pengaruh Media WhatsApp terhadap Capaian Kognitif Anak Usia Dini

Oleh: Enjang, M.A, M.Ud
Dosen STAI DR. KHEZ MUTTAQIEN Purwakarta

Pandemi Covid-19 yang tiba-tiba saja menggetarkan dunia, yang kemudian memaksa setiap kelompok atau individu manusia untuk melakukan perubahan sosial secara cepat terutama dalam hal pembatasan berinteraksi, jelas ini merupakan sebuah tantangan hebat bagi kehidupan manusia karena menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan terutama dunia pendidikan. Sebab, proses kegiatan belajar tetap harus terlaksana walaupun harus menghindari interaksi secara langsung (tidak bertatap muka langsung).

Situasi seperti ini kemudian melahirkan sebuah rancangan tentang proses pembelajaran dengan sistem pembelajaran jarak jauh (daring), yang mengharuskan setiap orang yang terlibat di dalamnya beradaptasi agar tetap dihasilkan output yang sesuai dengan rancangan tujuan pembelajaran sebagaimana tertulis dalam rencana pelaksanaan pembelajaran.

Perubahan yang demikian cepat ini akhirnya memaksa semua orang untuk melek teknologi, karena pembelajaran jarak jauh dilaksanakan dengan memanfaatkan jaringan smartphone sebagai media utama pembelajaran, yang salah satunya adalah pemanfaatan media WhatsApp. Dipilihnya media ini selain karena hampir setiap orang sudah mengenalnya juga karena kemudahannya untuk diakses serta bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Sebagai sebuah aplikasi chatting yang multiguna, WhatsApp membantu penggunanya untuk bisa mengirim pesan teks, gambar, suara, lokasi dan juga video ke orang lain dengan menggunakan smartphone jenis apapun. Pengguna bisa melakukan obrolan baik online ataupun voice note, saling bertukar file dan sebagainya. Untuk komunikasi data, aplikasi ini bisa menggunakan koneksi 3G/4G atau fasilitas WiFi yang disediakan oleh lembaga atau rumah tertentu.

Media merupakan elemen yang sangat penting dalam proses pembelajaran, karena penggunaan media yang tepat akan membantu memperjelas, mempermudah, dan menciptakan kemenarikan sebuah pesan pembelajaran yang disampaikan. Sehingga timbul minat dan motivasi peserta didik dalam proses pembelajaran, serta ukuran meningkatnya kualitas pembelajaran terutama dalam hal pencapaian output kognitif para peserta didik di tengah mewabahnya Covid-19.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan baru-baru ini oleh penulis dibantu salah seorang mahasiswi STAI DR. KHEZ MUTTAQIEN sekaligus sebagai staf pengajar di RA Ilyasa Nurul Qomar (Ibu Nita Adiyanti) tentang pengaruh media WhatsApp terhadap capaian (output) kognitif anak usia dini, berdasarkan data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara terhadap kepala sekolah, guru, dan orang tua siswa serta elemen lain yang terkait di dalam penggunaan media WhatsApp dalam proses pembelajaran yang dijalani 38 siswa (yang diteliti), hasilnya yaitu sebanyak 30 siswa menjadi pasif, kurang kreatif dan produktif, terjadi kejenuhan dalam belajar dan menjadikan peserta didik stress. Kemudian, sisanya yaitu delapan orang siswa meski bisa beradaptasi dengan media pembelajaran, tetapi mereka tetap saja kurang bisa berkonsentrasi selama proses pembelajaran yang dilakukan. (data rinci penelitian ada di penulis)

Hal tersebut membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang cukup menonjol ketika proses pembelajaran jarak jauh menggunakan media WhatsApp diterapkan pada jenjang anak usia dini. Ditambah lagi jika sarana dan prasarana penunjang lainnya tidak ada sehingga proses pembelajaran daring menggunakan media WhatsApp menjadi tidak efektif dan efisien, yang pada akhirnya capaian (output) kognitif siswa menjadi tidak sesuai (baca: rendah) dengan tujuan pembelajaran sebagaimana termaktub dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *