oleh

Kunjungi Warga di Sejumlah Daerah, Putih Sari Ajak Kader PKK dan Posyandu Jalankan 4 Pilar

CIKARANG PUSAT – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Putih Sari kembali melanjutkan rangkaiannya mengunjungi warga di sejumlah daerah. Kali ini, kader Partai Gerindra ini menyapa warga Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Selasa (23/11).

Dalam kegiatannya, Putih Sari menyosialisasikan empat pilar kebangsaan yang dianut bangsa Indonesia. Keempat pilar itu yakni Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika yang dihadiri Kepala Desa Wanajaya, Nurdin, Ketua PKK, Amih Hardiantini, sekertaris desa, Sian Awing serta Peserta adalah kader PKK dan Posyandu.

Khusus untuk Pancasila, sebagai dasar negara, Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Barat VII ini mengingatkan kembali pentingnya kelima sila itu diamalkan pada masa kini. Pandemi yang terjadi sejak tahun lalu membuat banyak program terganggu, termasuk yang berkaitan langsung dengan warga.

Namun, dengan mengedepankan semangat Pancasila, warga bisa saling bahu membahu memulihkan negara untuk kepentingan semua.

Nilai-nilai Pancasila ini wajib dianut setiap tingkat pemerintahan, bahkan hingga jajaran RT.

“Semua jajaran pemerintahan sampai ke tingkat desa harus mampu menyesuaikan dengan nilai-nilai Pancasila termasuk dalam kondisi pandemi saat ini. Banyak program-program desa yang juga ikut tertunda demi mengedepankan penyelamatan masyarakat dari dampak pandemi,” kata Anggota Komisi IX ini.

Diakui Putih Sari, nilai Pancasila tidak serta merta mampu diimplementasikan secara menyeluruh. Beberapa sisi masih diperlukan penyesuaian sehingga membutuhkan perbaikan lebih lanjut, di antaranya soal keadilan bagi seluruh rakyat.

Meski begitu, Putih Sari memandang, ketidaksempurnaan itu menjadi tantangan untuk perbaikan bagi seluruh bangsa Indonesia.

“Walaupun belum sepenuhnya nilai Pancasila bisa terimplementasi dan diwujudkan, salah satunya terkait dengan keadilan bagi seluruh rakyat, karena tantangan jumlah penduduk yang besar dan sistem pendataan yang belum baik, sehingga banyak program yang belum tepat sasaran tapi upaya perbaikan terus dilakukan,” ucap dia.

Dalam konsep kebangsaan yang dianut Indonesia, Putih Sari juga mengingatkan pentingnya peran warga dalam roda pemerintahan, sosial, ekonomi dan pembangunan. Warga berperan vital dalam mengawasi seluruh kinerja pemerintahannya.

“Maka saya titipkan untuk semua unsur mau bersama-sama mewujudkan perbaikan-perbaikan di masyarakat. Dengan ikut melakukan pengawasan terhadap program-program pemerintah,” tandasnya. (har/kbe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *