Melihat Panen Raya Petani Milenial Bersama BJB di Karawang

Editor:

KARAWANG – Bank bjb bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar panen raya Petani Milenial komoditas padi di Desa Gembongan, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang pada Senin (15/11).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, Pemimpin Divisi UMKM bank bjb Denny Mulyadi, Pimpinan Cabang bjb Karawang Arfandy, Kabiro Perekonomian Setda Provinsi Jabar Benny Bachtiar, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Dadan Hidayat dan Wakil Bupati Karawang Aep Syaepuloh, serta para petani setempat.

Panen raya ini memberikan bukti nyata bahawa petani muda sanggup menjaga ketahanan pangan dengan memanfaatkan teknologi di masa pandemi. Kegiatan ini juga merupakan sarana dalam memberikan edukasi tentang produk dan jasa keuangan lainnya serta memfasilitasi intermediasi antara petani dan offtaker dengan memanfaatkan industri jasa keuangan.

Petani Milenial merupakan program unggulan Provinsi Jawa Barat yang bertujuan untuk mendorong regenerasi tenaga kerja di sektor pertanian Jabar yang memiliki inovasi, gagasan, dan kreativitas.

Melalui program ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah keterbatasan tenaga kerja sehingga bisa meningkatkan produktivitas dan mencapai swasembada pangan.

Di tempat terpisah, Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto, mengatakan bank bjb menjadi bank utama yang memberikan dukungan dalam bentuk akses permodalan. Dukungan tersebut disalurkan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Di program Petani Milenial, ada dua dukungan yang kami berikan. Pertama pada offtaker secara langsung, juga kepada para petani untuk pembiayaan KUR yang tingkat bunganya sangat ringan,” jelas Widi.

KUR yang ditawarkan bank bjb dalam program Petani Milenial memiliki keunggulan bunga sangat ringan, yakni 6%. Adapun Total alokasi dana yang dikucurkan untuk program Petani Milenial tahun ini mencapai Rp1,1 Triliun.

Sementara komoditas padi yang diunggulkan merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat, namun demikian Jabar sendiri masiih mengandalkan pasokan dari daerah lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.