oleh

Karawang Jadi Pusat Pembuangan Limbah Beracun?

KARAWANG – Pusat Pengelolaan Limbah Industri (PPLI) berbahaya dan beracun rencana bakal dibangun di Kabupaten Karawang. Hal tersebut diungkapkan, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Provinsi Jawa Barat, Nace Permana.

“Rencana pembangun PPLI di Karawang, untuk lingkungan tidak menguntungkan bagi masyarakat sekitar maupun Karawang. Karena hal tersebut seperti limbah nuklir dan mercury yang merupakan limbah B3 kelas satu,” kata Nace kepada wartawan, Rabu (26/10).

Nace mengatakan, dimana kalau di Karawang menjadi pusat pengelolaan limbah industri beresiko besar bagi masyarakat sekitar. Akibatnya limbah tersebut tidak bisa pada tahun itu juga namun beberapa tahun kemudian terhadap kesehatan warga, bahkan terhadap lingkungan dengan kesuburan tanah dan air pasti bakal dampak.

“Karena di Karawang banyak pabrik-pabrik yang menghasilkan limbah cair berbahaya. Seharusnya masyarakat Karawang menolak akan rencana pembangunan PPLI tersebut, karena tidak ada yang menguntungkan bagi warga,” jelas Nace.

Menurut Nace, misalkan ini merupakan kebijakan dari pusat. Pemerintah daerah harus berani membela masyarakat, jangan diam saja dan nurut ke pusat. Kalau masyarakat menolak berarti pembangunan tersebut tidak serta merta dilakukan.

“Permasalahan tersebut tidak bisa menyelesaikan meskipun dengan kompensasi sebesar apapun dari perusahaan atau dari pemerintah, karena ini menyangkut masalah kesehatan. Sebab kompensasi tersebut hanya sementara, namun kerugian bagi masyarakat bakal selamanya,” ungkap Nace.

Lanjut Nace, rencana pembangunan PPLI ini, selain limbah B3 dalam negeri, besar kemungkinan bakal menerima dari luar negeri. Karena pengelolaan limbah nuklir dan mercury jarang. “Apa rela anak cucu kita menerima dampak lingkungan tersebut,” pungkasnya. (rie/kbe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *