oleh

Bulan Madu ke Bali, Irfan dan Nana Berbagi Pengalaman Membahagiakan dengan Dr Aqua Dwipayana

BALI – Selama empat hari menjalani liburan bulan madu ke Bali yang semula hanya sebatas impian tapi ternyata benar-benar berwujud, pasangan suami istri Irfan Rizqi Hidayat dan Siti Nurjanah, merasakan pengalaman luar biasa.

Mereka pun berbagi pengalaman menginap di hotel bintang lima, Hotel Courtyard Marriott Seminyak, Badung. Setiap hari komunikasi sama Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana.

Melalui pesan WhatsaApp (WA) keduanya menceritakan pengalaman bulan madu dan tempat-tempat yang mereka kunjungi. Disertai dengan mengirimkan foto-foto mereka.

“Hari ini kami memutuskan istirahat di hotel. Menikmati kamar yang nuansanya bulan madu. Sungguh kejutan yang sangat menyenangkan buat kami,” jelas Irfan pada hari pertama sambil tersenyum.

Sebagaimana diketahui, Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana sekeluarga memberikan hadiah bulan madu ke Bali kepada  Irfan dan Nana, panggilan akrab Siti Nurjanah. Keduanya melaksanakan pernikahan pada Minggu (17/10/2021) lalu di Villa Dua Samudera Jalan Galanggang, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Sekitar tiga minggu sebelum acara, tepatnya Rabu (29/9/2021) lewat WhatsApp (WA), Irfan mengirimkan undangan pernikahannya kepada Dr Aqua. Namun motivator ulung itu tidak bisa hadir karena saat yang bersamaan sedang berada di Papua.

Tugas utamanya terkait dengan pelaksanan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX. Selama di Papua Dr Aqua mendampingi Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman. Begitu menerima undangan tersebut, spontan Dr Aqua yang menjabat Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat Bidang Komunikasi Publik itu menyampaikan hadiah bulan madu kepada Irfan dan Nana. Pilihannya ada dua, ke Yogyakarta atau Bali. Mereka memutuskan memilih ke Bali.

Liburan bulan madu ke Bali hadiah dari Dr Aqua tersebut dilaksanakan pada Rabu sampai Sabtu (20-23/10/2021).

“Assallamu’alaikum Pak Aqua. Alhamdulillah saya dan istri sudah di pesawat Lion Air JT-43. Setelah empat hari tiga malam di Bali, sore ini kami kembali ke Jakarta naik pesawat jenis Boeing 737-900ER. Terima kasih banyak untuk hadiah bulan madunya dari Pak Aqua sekeluarga. Semoga Allah Swt membalas semua kebaikan bapak bersama keluarga kepada kami,” ujar Irfan dan Nana lewat WA Dr Aqua pada Sabtu sore kemarin (23/10/2021).

Irfan mengirimkan WA sekitar pukul 17.12 WITA atau pukul 16.12 WIB. Jadwal keberangkatan pesawatnya pukul 17.30 WITA. Berangkatnya tepat waktu. Saat menerima WA dari Irfan, Dr Aqua baru tiba di Salatiga, Jawa Tengah dari rumahnya di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Di pesawat Lion Air tersebut tempat duduk Irfan dan Nana, panggilan akrab istrinya sama dengan saat mereka berangkat pada Rabu pagi (20/10/2021). Di barisan pertama. Tepatnya nomor 1B dan 1C.

Mereka sangat senang duduk di kursi paling depan. Sama sekali tidak menyangka hal itu terjadi. Apalagi merasakannya saat pergi dan pulang.

Nana yang baru pertama kali naik pesawat dan ke Bali lebih senang lagi. Suasananya terasa sangat istimewa karena mereka bulan madu.

“Istri saya bahagia banget dan senang sekali. Sebelumnya tidak menyangka bakal merasakan semua pengalaman yang menyenangkan dan mengesankan ini,” ungkap Irfan.

Sekitar pukul 18.30 WIB, Irfan kembali kirim WA ke Dr Aqua. Mengabarkan bahwa mereka baru mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten.

“Alhamdulillah saya dan istri sudah mendarat di Jakarta. Kami mau cari mushola dulu untuk sholat Magrib,” kata Irfan sambil mengirimkan foto mereka.

Inmendagri Buat Kaget
Saat akan berangkat ke Bali, Irfan dan Nana sempat diliputi suasana ketidakpastian. Meski semuanya sudah dipersiapkan dengan baik dan optimal termasuk hasil rapid tes antigennya negatif.

Masalahnya adalah sehari sebelum Irfan dan Nana ke Bali, Selasa sore  (19/10/2021) Dr Aqua membaca di media online tentang Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali yang dirilis pada 18 Oktober 2021.

Sejumlah butir dalam aturan tersebut mengatur bahwa syarat pelaku perjalanan domestik yang menggunakan pesawat udara wajib menunjukkan PCR (H-2) untuk daerah PPKM Level 3, 2, dan 1 di wilayah Jawa-Bali.

Seusai membaca Inmedagri itu, Dr Aqua mengirimkan link beritanya ke Irfan dengan disertai pesan, “Aww, Mas Irfan apa kabar? Mulai hari ini ke Bali harus pakai tes PCR bukan rapid test antigen. Sebaiknya Mas Irfan dan istri sekarang tes PCR. Makasih banyak Mas Irfan.”

Membaca WA tersebut Irfan sempat kaget. “Berarti tidak boleh rapid test antigen ya Pak Aqua? Padahal saya dan istri barusan rapid test antigen. Alhamdulillah hasilnya negatif. Kami masih di Bandung. Sebentar lagi mau ke Jakarta.”

Dr Aqua kemudian menyarankan kepada Irfan dan Nana untuk melaksanakan tes PCR di Jakarta yang terkoneksi dengan PeduliLindungi. Selain itu menunda jadwal ke Balinya.

Tiket pesawatnya adalah Rabu pagi (20/10/2021) pukul 08.00. Disarankan ditunda berangkatnya malam atau Kamis pagi (21/10/2021).

Irfan minta waktu untuk rundingan sama Nana. Hasilnya mereka minta tiketnya diundur jadi malam pada hari yang sama. Sedangkan kembali dari Bali tetap Sabtu (23/10/2021) karena pada Minggu (24/10/2021) Irfan masuk kerja setelah libur menikah dan cuti.

“Pak Aqua, saya barusan menanyakan di rumah sakit Jakarta yang tervalidasi dengan PeduliLindungi. Rabu besok sebagian besar libur, tidak melayani tes PCR karena Hari Besar Islam yaitu Maulid Nabi Muhammad SAW. Hanya Rumah Sakit Pertamina yang buka mulai pukul 07.00. Ada paket 10 jam. Lumayan mahal yakni 800 ribu rupiah. Jika tiketnya bisa diubah jadi malam, saya akan ambil paket itu saja. Namun jika tidak bisa, saya tes PCR reguler saja sehingga ke Balinya ditunda sehari,” ungkap Irfan.

Dalam waktu yang bersamaan, Dr Aqua komunikasi sama Station Manager Lion Group Surabaya Kolid Widodo yang akrab dipanggil Dodo. Menanyakan tentang perubahan aturan tersebut. Juga mengirimkan nomor telefon Irfan.

“Mohon waktu Pak Aqua. Saya tanyakan dulu ke teman yang di Bali. Jika masih bisa pakai hasil rapid test antigen, Mas Irfan dan istrinya tidak usah tes PCR. Perubahan peraturan yang mendadak seperti ini sering membuat kesalahpahaman di lapangan antara penumpang dan petugas,” ujar Dodo yang sering membantu Dr Aqua terkait transportasi Lion Air Group (Lion Air, Batik Air, dan Wing Air).

Kepada Irfan, Dr Aqua mengirimkan nomor telefon Dodo. Disertai pesan sewaktu-waktu dapat mengontak bapak dua putra itu jika membutuhkan informasi penerbangannya.

Hanya hitungan menit, Dodo telefon Dr Aqua. Menginfokan bahwa hasi rapid test antigen masih berlaku sehingga Irfan dan Nana tidak perlu tes PCR.

“Pak Aqua, informasi dari teman yang di Bali, untuk penerbangan Rabu besok dari Cengkareng ke Denpasar masih pakai rapid test antigen. Jadi Mas Irfan dan istrinya tidak usah tes PCR,” terang Dodo.

Informasi yang sama disampaikan Dodo langsung ke Irfan. Hal tersebut membuat Irfan lega.

Tidak hanya itu, Dodo juga komunikasi sama koleganya, Station Manager Lion Group Bandara Soekarno-Hatta Mamat Gunawan. Minta tolong agar ada stafnya yang “mengawal” Irfan dan istrinya supaya semua urusan mereka di Bandara itu lancar.

Mamat seketika itu menugaskan Jamaludin yang biasa dipanggil Jamal untuk membantu Irfan dan istrinya. Pada minggu ketiga Desember 2020 Jamal dan istrinya Riyantika Setia Asih mendapat hadiah yang serupa dari Dr Aqua sekeluarga yaitu bulan madu ke Bali. Akomodasi dan transportasinya sama.

Begitu dapat info dari Dodo bahwa Jamal yang ditugaskan membantu Irfan dan istrinya, Dr Aqua langsung telefon Jamal. “Menitipkan” Irfan agar dibantu sampai tuntas semua urusannya di Bandara Soekarno-Hatta hingga naik pesawat. Sehingga mereka merasa tenang dan menikmati bulan madunya.

“Siap Pak Aqua. Saya yang besok mengurusi Mas Irfan dan istrinya di Bandara Soekarno-Hatta. Saya akan cerita ke mereka pengalaman bulan madu bersama istri yang sangat menyenangkan dan mengesankan sekali pada Desember 2020 lalu. Mendapat hadiah dari Pak Aqua sekeluarga,” kata Jamal.

Sedangkan kepada Irfan dikirimkan nomor telefon Jamal serta info tempat duduknya dan istri yang telah diblok di kursi paling depan nomor 1B dan 1C. Dr Aqua menyampaikan pesan agar Irfan langsung komunikasi sama Jamal.

Menjelang tiba di Jakarta dari Bandung, sekitar pukul 21.30, di mobil Irfan WA Jamal. Langsung direspon. “Saya sudah kontak Pak Jamal. Masya Allah, beliau ramah sekali, Pak Aqua,” ujar Irfan.

Tadi pagi sekitar pukul 05.32 Irfan kirim WA kepada Dr Aqua. Mengabarkan seluruh urusan di terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta lancar. Mulai dari verifikasi rapid test antigen, vaksin dua kali, hingga check in di konter Lion Air.

“Semuanya lancar sekali. Pak Jamal optimal membantu. Sekarang kami menunggu naik pesawat,” tambah Irfan yang langsung ke ruang tunggu, tidak ke lounge Batik Air, meski Jamal sudah menawarkannya.

Irfan juga foto bertiga sama Nana dan Jamal. Kemudian mengirimkan fotonya ke Dr Aqua. Mereka menyimak pengalaman Jamal dan istrinya bulan madu ke Bali.

“Tadi Pak Jamal cerita pengalamannya bulan madu ke Bali bersama istri. Dia sangat terkejut karena baru pertama kali ketemu bapak, langsung dapat hadiah liburan ke Bali. Menginapnya juga di Hotel Courtyard Marriott Seminyak. Beliau bilang Pak Aqua baik sekali,” terang Irfan.

Sekitar pukul 07.46, Irfan kirim foto selfie bersama istrinya yang sedang duduk di pesawat Lion Air JT 12 kepada Dr Aqua. Disertai pesan lewat WA, “Alhamdulillah kami sudah di pesawat. Terima kasih banyak Pak Aqua untuk hadiah bulan madunya.”

Komunikasi Sama Dr Aqua
Selama empat hari di Bali, Irfan dan Nana yang menginap di hotel bintang lima, Hotel Courtyard Marriott Seminyak, Badung, setiap hari komunikasi sama Dr Aqua. Menceritakan pengalaman bulan madu dan tempat-tempat yang mereka kunjungi. Disertai dengan mengirimkan foto-foto mereka.

“Hari ini kami memutuskan istirahat di hotel. Menikmati kamar yang nuansanya bulan madu. Sungguh kejutan yang sangat menyenangkan buat kami,” jelas Irfan pada hari pertama sambil tersenyum.

Selain di kamar, mereka jalan-jalan keliling Hotel Courtyard Marriott Seminyak. Bagi Irfan suasana hotel tidak asing karena sejak 1 Maret 2016 dia bekerja di Hotel Mercure Cikini Jakarta sebagai waiter.

Sedangkan hari kedua mereka menikmati keindahan Tanah Lot Tabanan dan Pantai Kuta Badung. Mereka lama berada di sana sambil berselfie ria.

“Alhamdulillah saya senang sekali karena ke Bali kali ini bersama istri tercinta. Kondisinya berbeda dibandingkan jalan-jalan ke Pulau Dewata sebelumnya yang ke sini bersama teman-teman,” terang Irfan yang sudah tiga kali ke Bali.

Pada hari ketiga, Irfan dan istrinya melaksanakan rapid test antigen. Awalnya mereka mengira ketentuan menunjukkan hasil tes PCR saat naik pesawat sudah diberlakukan. Sehingga mereka merencanakan tes itu.

Setelah komunikasi sama Dodo, Irfan dan istrinya kembali merasa lega karena ketentuan menunjukkan hasil tes PCR baru diberlakukan mulai Minggu dini hari (24/10/2021). Sedangkan mereka kembali ke Jakarta pada Sabtu sore (23/10/2021).

“Alhamdulillah Pak Dodo telah merespon WA saya. Beliau menginfokan saat saya kembali ke Jakarta, masih berlaku ketentuan menggunakan hasil rapid test antigen. Jadi kami tidak perlu tes PCR,” ujar Irfan dengan rasa syukur karena bisa menghemat banyak uang.

Irfan dan nana tambah bersyukur lagi karena hasil rapid test antigen mereka negatif. Sehingga bisa kembali ke Jakarta sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Saya dan istri sudah rapid test antigen. Alhamdulillah hasilnya negatif. Kami bersyukur sekali,” tutur Irfan.

Setelah itu mereka ke Krisna, toko terbesar di Bali yang menjual oleh-oleh khas Pulau Dewata. Selain membeli untuk mereka, juga buat saudara dan teman-temannya.

Banyak “Malaikat” Membantu
Sorenya mereka ke La Plancha untuk melihat matahari tenggelam. Irfan dan Nana sangat terkesan dengan pemandangannya yang indah.

Malamnya Dodo mengirimkan bukti kursi Irfan dan Nana di pesawat yang sudah diblok di nomor 1B dan 1C. Nomor kursinya sama saat berangkat.

Selain itu juga mengirimkan nomor telefon genggam Asisten Manajer Lion Group Bali Ifan Yulius Pratama yang akan membantu semua urusan Irfan dan Nana di Bandara I Gusti Ngurah Rai Badung Bali.

“Masya Allah… Makasih banyak Pak Aqua untuk semua bantuannya. Bapak mengurus kami sampai detail, sehingga acara bulan madu saya dan istri lancar sekali. Mohon doa bapak sekeluarga agar kami segera dapat momongan,” kata Irfan.

Hari keeempat atau hari terakhir di Bali, Irfan dan Nana menghabiskan waktunya di kamar hotel. Sekaligus istirahat setelah dua hari berturut-turut jalan-jalan ke banyak objek wisata di Bali.

Mereka sengaja istirahat untuk kembali mengumpulkan tenaga. Setelah libur dan cuti, Minggu pagi ini (24/10/2021) Irfan kembali masuk kerja.

Di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ifan membantu semua prosesnya sehingga urusan Irfan dan Nana lancar sekali. Karena sedang banyak calon penumpang Lion Group sehingga Ifan tidak bisa lama menemani mereka.

“Tadi kami ketemu Pak Ifan sebentar. Beliau sedang sibuk melayani calon penumpang Lion Group. Saya dan istri sangat memaklumi hal tersebut,” terang Irfan.

Mereka meninggalkan Bali dengan membawa banyak kenangan indah yang bakal diingat sepanjang hayatnya. Mereka juga akan mengingat terus para “malaikat” berwujud manusia yang telah membantu dengan ikhlas sehingga bulan madunya lancar.

Sebelum Irfan dan Nana, panggilan akrab istrinya meninggalkan Jakarta pada Rabu pagi (20/10/2021) hingga tiba lagi di ibu kota negara, banyak “malaikat” berwujud manusia yang memberikan bantuan secara optimal dengan ikhlas kepada mereka. Sehingga  bulan madunya lancar banget, sangat menyenangkan, dan mengesankan sekali.

Mereka yang membantu itu semuanya dari Lion Group. Irfan dan Nana sangat puas dengan layanan mereka dan terkesan sekali.

Para “malaikat” yang berwujud manusia itu antara lain Station Manager Lion Group Surabaya Kolid Widodo yang akrab dipanggil Dodo. Sejak awal bapak dua anak tersebut membantu memblok kursi di pesawat buat Irfan dan Nana baik saat pergi maupun pulangnya. Dia juga yang memastikan pesawatnya berangkat sesuai jadwal.

Selama pandemi Covid-19 ini, di mana aturan naik pesawat sering berubah, jadwal pesawat juga mengalami kondisi yang sama. Terkadang pihak maskapai mengubah jadwalnya. Bahkan tidak jadi terbang dengan alasan operasional.

“Keberangkatan pesawatnya tetap sesuai jadwal. Tidak ada perubahan,” ujar Dodo yang terus memonitor pesawat yang dinaiki Irfan dan istrinya baik saat berangkat maupun pulangnya.

Karena Irfan dan Nana berangkatnya dari Bandara Soekarno-Hatta, Dodo mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan dengan koleganya di bandara tersebut. Dia mengontak Station Manager Lion Group Bandara Soekarno-Hatta Mamat Gunawan.

Kepada Mamat, Dodo menginfokan tentang rencana keberangkatan Irfan dan Nana ke Bali. Kemudian Meminta bantuan staf Mamat untuk “mengawal” mereka hingga sampai pesawat.

“Malaikat” lainnya adalah Koordinator Lion Group Bandara Soekarno-Hatta Jamaludin yang pada Desember 2020 lalu bersama istrinya Riyantika Setia Asih menikmati bulan madu ke Bali. Fasilitasnya sama dengan Irfan dan Nana.

Jamal, panggilan akrab Jamaludin, yang membantu mengurus semua urusan Irfan dan Nana di Bandara Soekarno-Hatta. Semuanya jadi lancar sekali.

Terakhir adalah Asisten Manajer Lion Group Bali Ifan Yulius Pratama. Dia yang membantu semua urusan Irfan dan Nana di Bandara I Gusti Ngurah Rai saat mau kembali ke Jakarta.

Irfan dan Nana selama empat hari tiga malam bulan madu di Bali merasakan seperti raja dan ratu. Mendapat berbagai fasilitas yang menyenangkan dan dimanjakan.

“Terima kasih banyak kepada Pak Aqua sekeluarga dan semua orang yang telah membantu kami dengan ikhlas sehingga bulan madu kami di Bali lancar sekali. Sangat menyenangkan dan mengesankan banget. Banyak kenangan indah yang akan kami ingat terus sepanjang hayat,” pungkas Irfan. (kbe/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *