oleh

Percepat Herd Immunity, Vaksinasi Door to Door Terus Digencarkan

PEMPROV Jawa Barat terus menggalakan program vaksinasi di seluruh daerah kabupaten/kota di Jawa Barat agar segera memenuhu targel minimal mencapai kekebalan kelompok.

Untuk memenuhi target itu, Pemkab Bekasi dalam satu bulan terakhir menjalankan skema vaksinasi Covid-19 secara door to door sebagai upaya percepatan vaksinasi menuju target kekebalan kelompok pada Oktober ini. Untuk memaksimalkan skema tersebut pemerintah setempat bekerja sama dengan TNI.

Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan mengatakan, metode vaksinasi dari pintu ke pintu ini sebagai bagian dari penetrasi gerai vaksinasi RT/RW dengan harapan semakin banyak masyarakat yang tervaksinasi. ”Sekarang sudah berjalan (door to door),” kata Dani.

Menurut dia, vaksinasi dari pintu ke pintu tidak hanya difokuskan kepada masyarakat yang kesulitan mendatangi gerai vaksinasi karena kondisi kesehatan seperti difabel dan lansia melainkan juga seluruh masyarakat yang belum divaksin dosis pertama.

”Kami akan mendorong personel dan peralatan yang selama ini digunakan di desa, RT dan RW,” ujarnya.

Metode vaksinasi ini menyasar seluruh penduduk berusia 12 tahun ke atas dengan target sebanyak 1,2 juta masyarakat yang belum menerima suntik vaksin dosis pertama. Selain untuk membentuk kekebalan kelompok, kata dia, target 70% warga tervaksin ini juga untuk memenuhi persyaratan wilayah PPKM Level 1.

Hasilnya, dalam waktu dekat bakal mencapai target herd immunity atau kekebalan komunal sebesar 70 persen seperti standar yang telah ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). Wakil Juru Bicara Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Masrikoh menjelaskan berdasarkan data yang diperbarui pada Minggu 17 Oktober 2021 kemarin, persentase masyarakat yang telah divaksin Covid-19 dosis pertama mencapai 69,44 persen.

“Total target vaksinasi di Kabupaten Bekasi ditetapkan 2.417.794 jiwa, sedangkan yang sudah divaksin dosis pertama sebanyak 1.678.894 orang, atau 69,44 persen,” ungkap Masrikoh, Senin (18/10).

Di samping itu, Dinkes Kabupaten Bekasi juga meminta supaya masyarakat tidak takut lagi divaksin. Apapun jenisnya baik Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, maupun Moderna. Sebab semua vaksin bagus dan melindung.

“Memang ada hoax kalau pakai AstraZeneca harus minum ini atau minum itu. Jadi itu harus diluruskan dan tidak benar. Semua vaksin bagus semua untuk kesehatan kita,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Bekasi Sri Enny.

Ketersediaan vaksin, kata dia, tergantung dari pasokan pemerintah pusat yang menyuplainya ke daerah kabupaten/kota. Sri Enny menyebut, semua vaksin yang digunakan untuk pencegahan Covid-19 ke masyarakat dipastikan baik bagi kesehatan masyarakat. Ia menyarankan agar masyarakat yang telah melakukan vaksinasi sebaiknya istirahat serta makan dan minum yang sehat.

“Kalau bayi divaksin kan agak demam sedikit. Minum air putih setelah itu juga normal lagi,” kata dia.

Di tempat terpisah, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengajak bupati wali kota di Jabar terus proaktif mengadakan percepatan vaksinasi agar PPKM di Jabar masuk level 1 dan 2. Di sisi lain, Jabar menargetkan 37 juta warganya divaksin Covid-19 hingga Desember 2021. Hal itu dilakukan untuk mempercepat herd immunity atau kekebalan kelompok.

Terkini, Jawa Barat menjadi provinsi dengan kecepatan rata-rata vaksinasi Covid-19 tertinggi per hari.

Berdasarkan data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCP-PEN) per 7 Oktober 2021, kecepatan rata-rata harian sudah mencapai 273.675 dosis per hari.

Ridwan Kamil pun mendorong bupati wali kota di Jabar terus mempercepatan vaksinasi agar PPKM di Jabar masuk level 1 dan 2. “Kaitan dengan kapasitas vaksinasi mudah-mudahan semua bisa mengejar, kepada yang targetnya belum tercapai kita dukung terus hingga dapat mencapai target, ” ucapnya, beberapa waktu lalu. (bbs/kbe/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *