oleh

Target Pertama, Jabar Incar Juara 1 Daerah Investasi se-Asean

KARAWANG – Komite Pemulihan Ekonomi Daerah (KPED) Provinsi Jawa Barat gelar Webinar bertajuk “Peran Strategis Jawa Barat Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional” kemarin (18/10) sore.

Dalam seminar tersebut, KPED Jawa Barat membahas berbagai potensi yang dimiliki Provinsi Jawa Barat dalam pemulihan ekonomi nasional. Setidaknya ada tiga pembahasan pokok yang jadi topik utama webinar tersebut.

Di antaranya, membahas potensi investasi dalam West Java Investment Summits 2021 : Jawa Barat sebagai investasi nasional. Pada topik ini, Kepala Dinas PMPTSP Jawa Barat, Noneng Kosmara bertindak sebagai narasumber.

Kemudian, berlanjut pada pemateri berikutnya yaitu Yuki Hanafi selaku Komisaris Pelabuhan Patimban Internasional yang membahas Peran Pelabuhan Patimban Dalam Pemulihan Ekonomi Jawa Barat.
Materi terakhir disampaikan oleh Prof. Ina Primiana guru besar FEB

Universitas Padjajaran, yang membedah tentang Peluang dan Tantangan investasi di Jawa Barat. Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, saat ini kondisi pandemi Covid-19 di Provinsi Jawa Barat sudah turun drastis. Di tambah lagi, angka vaksinasi di Jawa Barat terbanyak nasional dengan 30 juta dosis yang sudah disuntikan ke masyarakat.

Sehingga, menjadi fokus Pemprov Jawa Barat saat ini adalah tentang pemulihan ekonomi.

“Saat ini Covid sudah surut, kemudian vaksinasi sebagai kekebalan orang sehat juga sudah memadai, ya tentulah top of mind saya nomor satu adalah ekonomi, dengan merecover ekonomi yang hilang, menormalkan dan melakukan lompatan,” ujar Ridwan Kamil dalam sambutannya.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini menjelaskan, pasca Pandemi Covid-19 nanti, ada sejumlah target yang sedang dikejar oleh Pemprov Jawa Barat yang mengarah pada pemulihan ekonomi nasional.

Target pertama, kata Kang Emil, Jawa Barat ingin menjadi juara di tingkat Asean dalam segi investasi. Menurutnya, selama ini Jawa Barat hanya sebatas menjadi juara nasional. Karena itu, selanjutnya target Jawa Barat adalah juara di tingkat Asean dalam segi investasi.

Target kedua, lanjut Kang Emil, adalah memperbaiki rasio pelayanan kesehatan di Jawa Barat. Menurutnya, covid mengajarkan bahwa rasio pelayanan kesehatan di Jawa Barat masih berantakan. Sehingga perlu dilakukan perbaikan.

“Teori saya, kita butuh 25 rumah sakit baru bersekala besar, kita butuh 5.000-an puskesmas dan klinik berbasis desa-desa secara merata. Ini sudah saya sampaikan ke Pak Presiden dan Pak Presiden setuju,” paparnya.

Target ketiga adalah kedaulatan pangan. Kata Kang Emil, di sektor pangan Jawa Barat hanya bisa memaksimalkan potensinya di swasembada beras. Sementara, potensi swasembada lain tidak tergarap maksimal.

Target keempat, Jawa Barat saat ini sedang fokus pada pengelolaan industri 4.0 serta revolusi digital dan green ekonomi yang akan menyokong semua aspek kehidupan masyarakat di Jawa Barat. “Terakhir adalah strategi regional tourism. Kita harus bangka karena satu-satunya K.E.K di Jawa Barat ternyata jatuhnya di sektor pariwisata,” pungkasnya. (wyd/ygi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *