oleh

Laksanakan Program PTDM, Dosen Unsika Bantu Produktivitas Pengrajin Tempe

KARAWANG – Dosen Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) mengadakan pengabdian kepada masyarakat dalam pelaksanaan program Produk Teknologi yang Didiseminasikan kepada Masyarakat (PTDM) tahun 2021.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan yaitu dengan membuat suatu produk teknologi mesin pemisah kulit ari kedelai (MEPKURI) untuk meningkatkan produktivitas pengrajin tahu-tempe yang terdampak pandemi Covid-19. Mesin MEPKURI diserah terimakan kepada pengrajin tahu-tempe di Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (14/10).

Dosen Unsika, Rahmat Hidayat, didampingi Febi Kurniawan, mengatakan, adapun beberapa permasalahan yang dialami pengrajin tahu-tempe di Cikarang Pusat. Pertama, minimnya produk teknologi mesin pemisah kulit ari kedelai yang dimanfaatkan pengrajin tempe dan penjual tempe.

Kedua, rendahnya kemampuan sumber daya manusia (SDM) terkait dengan bidang teknologi mesin pemisah kulit ari kedelai dan manajemen. Ketida, rendahnya kemampuan kelompok sasaran dalam pemanfaatan teknologi mesin pemisah kulit ari kedelai pada produk tempe yang mampu memisahkan kulit ari kedelai dan membuat tempe sebagai sarana meningkatkan hasil produk tempe yang berkualitas dan produktivitas pengrajin tempe.

“Kesulitan tersebut mendorong kami untuk membantu pengrajin tahu-tempe dalam meningkatkan produktitas dan kemudahan dalam mengelupas kulit ari kedelai dengan proses yang cepat,” ujar Rahmat.

Melalui program ini, masyarakat juga diberikan pemahaman, pelatihan, penggunaan, perawatan, dengan pendampingan serta evaluasi produk mesin MEPKURI yang sudah dibuat.

Selain memiliki hasil pemisahan kulit ari yang halus dan ukurannya seragam, kelebihan mesin MEPKURI dapat memproduksi pembuatan tempe dan pemisahan kulit ari kedelai yang kapasitasnya lebih banyak dari cara pengerjaan secara manual. Sehingga dapat mempersingkat waktu pembuatan dan penghematan tenaga buruh para pengrajin tempe.

Dengan adanya mesin MEPKURI yang dibuat, diharapkan proses produksi tempe dan pemisahan kulit ari kedelai menjadi jauh lebih mudah dan lebih aman serta mampu untuk meningkatkan produktivitas pengrajin tahu-tempe yang terdampak pandemi Covid-19.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan pendanaan untuk program Produk Teknologi yang Didiseminasikan kepada Masyarakat Tahun 2021 kepada Direktorat Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada

Kementerian/Lembaga, Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN),” ucap Rahmat. (bbs/ayi/ygi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *