oleh

Covid-19 Meluas, Singapura Setuju Gunakan Obat Molnupiravir

SINGAPURA telah menandatangani perjanjian pasokan dan pembelian untuk pil antivirus molnupiravir buatan Amerika Serikat untuk mengobati pasien Covid-19. Obat itu diklaim menjadi kandidat kuat untuk mengurangi kematian pasien Covid-19. Apalagi Singapura saat ini tengah berjuang melawan varian Delta.

Obat ini dikembangkan oleh perusahaan farmasi Merck di Amerika Serikat dan Kanada, bersama dengan Ridgeback Biotherapeutics yang berbasis di Miami. Di tempat lain, Merck dikenal sebagai MSD.

“Obat itu akan tersedia di Singapura setelah mendapat izin dan persetujuan untuk digunakan,” kata MSD dalam pengumumannya pada Rabu (6/10).

The Straits Times telah menghubungi Kementerian Kesehatan Singapura untuk memberikan komentar, namun belum mendapat tanggapan. Obat itu dikenal sebagai molnupiravir. Cara kerjanya, dalam bentuk pil yang menargetkan enzim yang dibutuhkan virus untuk membuat salinan dirinya sendiri atau menipu untuk mencegah virus bereplikasi.

Enzim khusus ini dikenal sebagai polimerase virus. Molnupiravir diklaim efektif untuk varian virus Korona yakni varian Gamma, Delta, dan Mu.

“Data dari uji klinis menunjukkan obat ini paling efektif bila diberikan di awal infeksi,” kata MSD.

Hasil uji coba sementara pada Jumat (1/10) menunjukkan obat itu dapat mengurangi kemungkinan rawat inap atau kematian hingga setengahnya bagi pasien yang berisiko terkena penyakit parah. Perusahaan berencana untuk mencari otorisasi penggunaan darurat AS untuk pil sesegera mungkin.

Selain Singapura, Australia telah menandatangani perjanjian pasokan lanjutan dengan MSD untuk membeli 300 ribu obat. Tempat-tempat lain seperti Korea Selatan, Thailand, Taiwan, dan Malaysia juga sedang dalam pembicaraan dengan perusahaan untuk membeli obat tersebut.

Sementara itu, ahli spesialis penyakit menular Singapura Leong Hoe Nam dari Klinik Rophi di Mount Elizabeth Novena mengatakan obat tersebut adalah tambahan yang berguna untuk cakupan vaksin yang tinggi di Singapura. Obat itu efektif karena merupakan obat oral yang bisa diminum.

“Sehingga dapat mengalihkan perawatan dari rumah sakit ke dokter umum dan poliklinik menuju endemi,” jelasnya.

Saat ini, molnupiravir sedang dievaluasi sebagai pengobatan Covid-19 dan obat pencegahan fase ketiga. Hasil uji coba diharapkan awal bulan depan. Percobaan kedua melihat Molnupiravir sebagai obat pencegahan, akan mempelajari kemanjuran dan keamanan pemberian obat untuk mencegah penyebaran Covid-19 di anggota keluarga. (bbs/rc/msd/kbe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *