oleh

Pandemi Covid-19, Upaya Pemulihan Ekonomi Daerah Terus Dioptimalkan

CIKARANG PUSAT – Anggota Komisi 2 DPRD Jawa Barat, H Jejen Sayuti mengharapkan upaya pemulihan ekonomi daerah kabupaten dan kota di Jawa Barat selama pandemi covid-19 terus dioptimalkan. Hal itu seiring kelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Tentunya harapannya pemulihan perekonomian di Jawa Barat terus meningkat seperti yang diharapkan,” ucap dia pada Selasa (5/10).

Kata Jejen, kelonggaran selama PPKM ini bisa dimanfaatkan masyarakat agar perekonomian pun berjalan dengan baik.

Apalagi sebelumnya dengan banyak keterbatasan, sejumlah inovasi dalam menjajakan produk dagangan bisa terus dilakukan dengan memanfaatkan berbagai hal seperti media sosial (medsos)

“Dengan canggihnya sistem digital saat ini sudah banyak para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memanfaatkan medsos agar produk mereka dapat dilirik dan dibeli masyarakat,” bilangnya.

Dengan berjualan secara daring atau online, hal tersebut juga sudah membantu pemerintah setempat memutus mata rantai COVID-19.

“Sekarang masyarakat mau beli apapun tidak perlu langsung datang ke lokasi, cukup via online saja barang yang dimau sudah bisa diantar oleh petugas layanan antar jemput yang berada di dalam sebuah aplikasi digital,” terang Jejen yang juga Ketua Rapdem Jawa Barat itu.

Politikus PDI Perjuangan ini mengingatkan pemerintah setempat agar upaya pemulihan ekonomi berjalan seiring dengan penguatan infrastruktur kesehatan. Sehingga, target pembangunan tercapai sesuai harapan.

’’Pemulihan ekonomi dan kesehatan tidak terpisahkan,’’ ucapnya.

Setelah itu, lanjut Jejen, baru kemudian mengoptimalkan sentra wisata kuliner, transformasi perdagangan konvensional ke berbasis digital, serta intervensi terhadap UMKM maupun sektor informal. ’’Perumusan hingga implementasi kebijakan formulanya harus tepat sehingga bisa mencapai target pembangunan yang diharapkan,” katanya.

Dia menilai pemerintah provinsi harus memanfaatkan momentum ketika perekonomian sudah mulai berputar menuju arah normal dan menunjang sektor sektor lain seperti sektor perdagangan. “Momentum perekonomian yang sedang meningkat ini maka seharusnya menjadi perhatian utama dari Jawa Barat,” ucapnya.

Lebih jauh Jejen mengatakan, sektor perikanan merupakan salah satu penyumbang APBD yang banyak sekali pelaku nya baik untuk di ekspor ataupun di distribusikan ke seluruh Indonesia dengan produk jadi ataupun bibit nya, itu juga perlu diperhatikan oleh pemerintah provinsi.

Selain itu, program yang harus diselamatkan bahkan seharusnya ditingkatkan adalah soal pertanian, perkebunan, kehutanan, koperasi, pasar dan UMKM.

“Begitu pun, dalam penyusunan postur belanja pada RAPBD 2022. Persoalan itu sering disampaikan, sebagai pengingat bahwa program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sangat penting diperhatikan dalam situasi pandemi seperti saat ini,” katanya.

Sementara pada sektor pariwisata yang semakin lesu, Jejen juga menyampaikan, hendaknya Gubernur Jabar Ridwan Kamil memperhatikan semua pelaku usaha di sektor ini, terutama yang mengalami kesusahan berkepanjangan karena situasi pandemi.

Ia juga mengimbau masyarakat meski sudah divaksin harus tetap tidak meninggalkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan.

“Kita optimistis virus yang sudah banyak memakan korban jiwa ini akan segera musnah dari daerah kita lambat launnya, meski memerlukan waktu yang cukup lama,” tuturnya. (har/ygi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *