oleh

Legenda MU Sebut Ronaldo Bikin Repot Solskjaer

LEGENDA Manchester United, Dimitar Berbatov memperingatkan Setan Merah tentang potensi masalah yang ditimbulkan Cristiano Ronaldo. Yang paling repot menurutnya adalah sang manajer, Ole Gunnar Solskjaer.

Kembalinya Ronaldo disambut gembira hampir semua orang yang terkait dengan United, tidak terkecuali para pendukung. Namun, kedatangan sang superstar juga dipastikan akan berdampak negatif pada Edinson Cavani dan Anthony Martial, dengan peluang bermain keduanya dipastikan berkurang.

Itu adalah ketakutan terbesar Berbatov saat ini. Dan menurutnya, Solskjaer sekarang harus berjuang untuk membuat pemain seperti Cavani dan Martial tetap bahagia. Apalagi, eks bomber MU itu percaya CR7 akan terus memberikan kontribusi gol.

“Dua pertandingan, tiga gol untuk Cristiano Ronaldo dengan seragam merah. Saya tidak terkejut dengan dampak langsung yang dia buat di United dan dia hanya akan menjadi lebih baik seiring musim berjalan,” katanya di Betfair seperti dikutip dari MEN.

Bagi Berbatov, Ronaldo datang ke MU dengan garansi gol dan juga aura bintang. “Anda tidak bisa berdebat dengan golnya dan aura yang dia bawa ke tim. Para penggemar menyambutnya kembali Sabtu lalu dan dia membalasnya dengan dua gol,” jelasnya.

Makanya, menurut Berbatov Soslkjaer harus bekerja keras mengatasi pemain lain. “Akan menarik untuk melihat bagaimana Ole membuat pemain lain senang. Dia harus memutuskan bagaimana dia menggunakan pemain seperti Edinson Cavani dan Anthony Martial. Ini adalah saat sulit dalam mengelola skuat berbakat karena pemain akan merasa sulit melakukannya,” jelasnya.

Sosok seperti Cavani kata Berbatov pasti berharap bisa mendapat kepercayaan lebih banyak. Itu karena ia sudah memberikan kontribusi besar musim lalu.

“Cavani mungkin tidak bahagia. Dia menjalani musim pertama yang hebat di United dan bagaimana dia menurunkan urutan kekuasaan dan kehilangan nomor punggung tujuhnya,” kata Berbatov.

Saran Berbatov, Solskjaer harus berbicara dari hati ke hati dengan setiap pemain. “Saya harap Ole telah berbicara jujur ​​dengan Cavani tentang rencananya untuk tim. Sebagai pemain dalam situasi ini, Anda memahami bahwa tugas manajer adalah memilih tim terbaik, tetapi Anda selalu ingin bermain dan menjadi tidak bahagia saat ditinggalkan,” tandasnya. (bbs/men/kbe)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *