oleh

Timbul Polemik, Pemkab Hentikan Reklamasi Pantai Tarumajaya

KABUPATEN BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat akan menghentikan sementara proyek reklamasi pantai di Kecamatan Tarumajaya. Reklamasi di kawasan itu ditolak nelayan.

“Memang reklamasi itu ada beberapa pelanggaran, kami akan beri surat pemberhentian reklamasi,” kata Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan, kemarin (15/9).

Sebelumnya, puluhan nelayan di Desa Pantai Makmur Kecamatan Tarumajaya menolak reklamasi pantai yang dilakukan kawasan industri Marunda Center pada Senin, 13 September 2021. Nelayan merasa dirugikan dengan proyek itu karena mengancam mata pencahariannya mengambil ikan di laut.

Aksi demo tanpa lelah terus dilakukan para nelayan di Pantai Muara Tawar Desa Pantai Makmur Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, kemarin (13/ 9). Para nelayan meminta Kementerian Perikanan dan Kelautan untuk turun tangan melihat keresahan para nelayan yang menolak reklamasi di laut pesisir Bekasi yang selama ini menjadi tempat mata pencarian mereka.

Dengan menggunakan perahu rakit ala kadarnya, ratusan nelayan pantai muara tawar, mencoba mendekat tempat reklamasi yang dilakukan pihak Kawasan Marunda Center dengan mengurug laut dengan menggunakan alat berat di lokasi reklamasi.

Dengan nada kesal dan emosi, para nelayan meminta untuk menghentikan reklamasi tersebut, selain mengurangi pendapatan para nelayan, keberadaan reklamasi tersebut berimbas rusaknya biota laut yang berada di Pantai Muara Tawar.

Salah satu nelayan Samsur (50) yang ikut berunjuk rasa bersama ratusan nelayan lainnya dengan nada kesal berteriak histeris agar pengembang menghentikan kegiatan reklamasi pantai yang dirasa olehnya sangat merugikan para nelayan.

“Kami tidak menolak adanya industri, tapi harusnya jangan merugikan kami sebagai nelayan laut, dengan seenaknya melakukan reklamasi pantai hingga membuat kami para nelayan mengalami penurunan mata pencarian mencari ikan,kerang dan lainnya,” teriak Samsur.

“Mereka melakukan reklamasi pantai tanpa musyawarah dengan kami para nelayan, jelas kami kecewa, seolah mereka tidak pernah menganggap keberadaan kami sebagai nelayan,” timpal dia. (mil/mhs/ygi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *