oleh

Kunjungi Warga, Putih Sari: Pandemi Sadarkan Kita Pentingnya Nilai Pancasila

CIKARANG PUSAT – Pandemi menyadarkan kita tentang pentingnya nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Persatuan dan kesatuan menjadi modal utama bagi bangsa keluar dari keterpurukan.

Hal itu diungkapkan Anggota DPR RI Dapil Jabar VII, Putih Sari saat menyapa warga Suka Sejati Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi, Senin (13/9/2021). Kegiatan ini menjadi agenda rutin wakil rakyat dari Fraksi Partai Gerindra dalam mengedukasi warga tentang pilar-pilar kebangsaan.

Menurut Putih, dalam setiap sila terkandung nilai-nilai penting yang menjadi bekal kita keluar dalam pandemic. Mulai dari sila pertama tentang ketuhanan.

“Pandemi COVID-19 terjadi atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Sesuai dengan nilai sila pertama, kita menyikapi pandemi ini dengan dilandasi dengan kekuatan iman dan menjadi momen meningkatkan ketaqwaan,” ucap dia.

Dalam sila kedua yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Putih menyampaikan agar kita bersikap dan berperilaku dengan baik dengan sesama. Nilai kemanusiaan sebaiknya menjadi yang diutamakan agar kita bersama-sama keluar dari pandemi.

“Tanpa melupakan hubungan timbal balik antara sesama untuk dapat menjaga sehingga terhindar dari infeksi virus covid-19, kemanusiaan menjadi yang penting,” ucap dia.

Selanjutnya sila ketiga, Putih berpendapat nilai yang terkandung terkait makna nasionalisme. “Tentunya rasa nasionalisme, kebersamaan, dan gotong-royong dapat menjadi salah satu faktor kunci menangani pandemi tanpa memandang perbedaan antargolongan,” ujar Srikandi Partai Gerindra ini.

Pada saat ini, lanjut Putih, banyak sekali gerakan-gerakan gotong royong yang dilakukan masyarakat. Mulai dari tingkat keluarga, RT/RW, komunitas masyarakat, hingga tingkat nasional yang merupakan wujud implementasi sila ketiga kini digelorakan masyarakat.

“Ini menjadi perwujudan baik, di tengah kondisi yang sulit ini masyarakat mengembalikan gotong royong. Bersama-sama bekerja untuk kebaikan bersama,” ucap dia.

Pada sila keempat, “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Khidmat dan Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan,” Putih memaknainya sebagai demokrasi. Kebebasan masyarakat untuk bersuara harus diberi ruang.

Di sisi lain, dalam pandemi COVID-19 ini, Putih menjelaskan bahwa tidak hanya pemerintah saja yang harus berperan tetapi masyarakat pun menjadi unsur penting dalam penanganan pandemi. Dengan kondisi ini, masyarakat dapat turut serta dalam setiap kebijakan agar dapat dilaksanakan secara bergotong royong.

Terakhir berkaitan dengan sila kelima, pada pandemi COVID-19 ditunjukkan dalam pemerataan penanganan persoalan di masyarakat tanpa membeda-bedakan. “Untuk itu, dalam sisi baiknya, pandemi menyadarkan kita tentang pentingnya nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,” ucap dia. (har)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *