oleh

100 Hari Kerja Fokus Tuntaskan Penaganan Covid-19, Urusan Rotasi Mutasi, Pj Bupati Dani : Tinggal Izin Meteri

METRO CIKARANG – Pejabat Bupati Bekasi Dani Ramdan secara lugas menegaskan dirinya akan langsung bergegas untuk menyelesaikan beberapa permasalahan yang ada di Kabupaten Bekasi.

Satu di antaranya, konsolidasi internal kepada ASN Kabupaten Bekasi, unsur Forkopimda, Muspika, dan menjalin komunikasi dengan eksekutif, tokoh masyarakat, serta tokoh agama.

“Pertama kami akan melakukan konsolidasi internal dengan ASN, unsur pemerintahan, para Camat, Kepala Desa. Yang kedua silaturahmi internal yaitu dengan anggota dan pimpinan dewan, tokoh agama dan masyarakat. Itu yang akan saya lakukan, terutama dalam 1 atau 2 hari ini,” ujar dia.

Disinggung program 100 hari kedepan, Dani mengaku dirinya bersama jajaran Perangkat Daerah tetap akan fokus terhadap langkah-langkah penanganan Covid-19 di Kabupaten Bekasi, hal itu didasari mengingat pandemi ini juga berbenturan dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Dalam 100 hari ini, saya akan fokus pada penanganan Covid-19, dan ini juga situasinya sekarang masih PPKM. Saya akan memikirkan langkah-langkah, pencegahan, penanganan, maupun pemulihan secara cepat,” tegasnya.

Sementara mengenai kekosongan yang ada di sejumlah posisi penting di lingkup Pemerintah Kabupaten Bekasi, Dani akan berkonsultasi dengan Plh Sekda Herman Hanafi terkait kondisi yang terjadi.

Namun begitu, dirinya terlebih dahulu meminta izin kepada Mendagri Tito Karnavian dan menunggu Surat Keputusan tertulis untuk melakukan kewenangan rotasi dan mutasi.

“Terlebih dahulu, tentu saya akan berkonsultasi dengan plh sekda untuk melihat data-datanya, sesuai dengan SK Menteri bahwa saya berwenang untuk melakukan mutasi dan rotasi dengan tetap mengajukan izin tertulis kepada menteri terlebih dahulu,” tuturnya.

Melihat perkembangan Covid-19 di Kabupaten Bekasi yang masih berada di level 4, Dani dengan tegas akan melakukan pendisiplinan terhadap protokol kesehatan dan memperhatikan lebih jauh mengenai Testing, Tracing, dan Treatment (3T).

“Indikasinya tentu kasus positif harus menurun, upaya itu dilakukan dengan cara disiplin terhadap protokol kesehatan. Kedua, tracing terhadap kontak erat itu akan ditingkatkan dengan standar WHO, testing bagi yang terindikasi dan treatment bagi yang terpapar agar angka kesembuhan meningkat. Itu adalah indikator untuk naik ke level rendah,” tukas dia.

(jio)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *