oleh

Hingga 25 Juni Seluruh Pegawai ASN Gedung Sate Bekerja dari Rumah

BANDUNG – Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Gedung Sate terus bertambah. Lockdown pun kembali diperpanjang. Setelah Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, kini Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Setiawan Wangsaatmadja terpapar.

Kali ini, perpanjangan lockdown dilakukan lebih ketat. Seluruh pegawai diinstruksikan untuk bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) hingga 25 Juni 2021.

Tak hanya itu, penutupan Gedung Sate pun diperluas cakupannya seperti masjid, museum, kantin, Kantor Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Kantor Biro BUMD, Investasi dan Administrasi Pembangunan, serta Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Kepala Biro Umum Kantor Pemerintahan Provinsi Jabar Sumasna mengatakan, perpanjangan penutupan Gedung Sate Bandung ini sebagai imbas dari terus bertambahnya pegawai yang terpapar Covid-19.

Menurut Samasna, saat ini terdapat 62 orang ASN terkonfirmasi positif Covid-19. Angka tersebut berasal dari temuan awal 31 kasus pada awal Juni lalu.

Saat ini pegawai yang terkonfirmasi positif Covid-19 menjalani perawatan di rumah masing-masing serta di BPSDM Provinsi Jawa Barat.

Pihaknya pun telah menerbitkan surat edaran nomor 103/ks.01/um tentang penerapan work from home di lingkungan Sekretariat Daerah dan BPKAD Provinsi Jawa Barat.

“Kali ini WFH diberlakukan pada seluruh karyawan, yang berlangsung hingga 25 Juni 2021 mendatang,” jelas Sumansa.

Beredar pula kabar di WhastApp Grup (WAG) tentang adanya lockdown di beberapa kantor dinas provinsi. Bahkan, ada juga beberapa kepala dinas yang terpapar. Namun, sampai ditulisnya berita ini, kabar yang beredar di WAG belum sempat di klarifikasi oleh pihak Pemprov Jabar.

Sumasna menjelaskan, Sekda Jabar merupakan bagian dari 143 ASN dan non-ASN Gedung Sate yang dinyatakan positif Covid-19. Kondisi tersebut, mendorong pihaknya untuk menghentikan seluruh kegiatan atau lockdown total di pusat pemerintahan Provinsi Jabar itu.

“Berdasarkan laporan terbaru, Covid-19 menyerang 82 orang ASN dan 26 orang keluarga ASN. Kemudian, 27 orang non-ASN dan 4 orang keluarga non-ASN serta 3 orang pegawai magang dan 2 orang keluarga magang,” paparnya.

Sementara itu, Haru Suandharu, selaku Ketua F-PKS DPRD Jawa Barat, mendorong kepala daerah khususnya gubernur untuk fokus pada penanganan Covid.

Menurutnya, peningkatan suspect Covid-19 di Jawa Barat telah menaikkan status kesiagaan. Saat ini Bandung Raya telah masuk ke level siaga tertinggi. Hal ini dengan pergerakan kenaikan yang tinggi serta padatnya rumah sakit dan fasilitas kesehatan.

Ini dapat terlihat di RSHS, maupun di beberapa titik faskes yang ada. Bahkan, Gedung Sate tempat gubernur berkantor juga di-lockdown karena 75 orang di lingkungan Gedung Sate terpapar Covid.

“Kami berharap kepada gubernur dan kepala daerah untuk bisa lebih fokus menanggulangi Covid-19 dibandingkan kegiatan lainnya” katanya.

Selain itu, Haru juga mendorong para kepala daerah di untuk segera mengambil tindakan darurat menanggulangi dampak peningkatan Covid-19 ini.

“Gubernur dan kepala daerah harus segera mengambil tindakan darurat untuk menanggulangi dampak dan mengurangi penyebaran Covid-19 dengan kebijakan seusai arahan Kemendagri,” ucapnya.

Ia juga mendorong Pemprov dan Pemda di Jawa Barat untuk mengevaluasi beberapa rencana pelonggaran Covid. “Termasuk juga mengevaluasi pembelajaran tatap muka untuk ditunda, agenda-agenda yang mendatangkan kerumunan serta mendorong vaksinasi seluas-luasnya,” cetusnya.

Di akhir, Haru mendorong semua pihak juga senantiasa mendekatkan diri kepada Allah sebagai ikhtiar keimanan dan ketakwaan menghadapi Covid ini.

“Dan tentunya, kita harus perbanyak istighfar serta berdoa kepada Allah SWT, agar kita diberikan petunjuk dan kekuatan serta segera diangkat pandemi ini dari muka bumi. Karena ini adalah kesempatan yang baik untuk kita mendekatkan diri pada Allah,” pungkasnya.(radarcirebon)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *