Seorang TKI Asal Bandung Barat Minta Dipulangkan dari Malaysia, Mengaku Sedang Sakit Keras

Editor:

“Lalu melarikan dari pekerjaan di Langkawi karena enggak tahan. Bekerja hanya dikasih makan sehari sekali. Itu juga hanya mi bukan nasi,” kata Endik dalam videonya, Selasa (15/6).

Tanpa arah dan tujuan ditambah ia ada di negeri perantauan, Endik terus berjalan. Bertanya sana sini ia kemudian diarahkan ke daerah Johor Baru yang tak lain merupakan lokasi keberadaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

“Saya mau lapor soal kondisi saya tapi enggak berani karena takut. Akhirnya saya nginap semalam di situ. Lalu ketemu orang dari Jawa yang kerja di perkebunan kelapa sawit Pahang akhirnya saya diajak dan ikut kerja di sana,” ucapnya.

Singkat cerita, Endik bertahan sebagai buruh di perkebunan kelapa sawit selama 4,5 tahun dengan upah yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makannya sehari-hari.

Pekerjaannya yang berat ternyata menimbulkan dampak buruk pada kesehatannya. Endik mengalami urat kejepit hingga memaksanya cuti bekerja selama kurang lebih 6 bulan.

Selama itu pula, ia berutang pada rumah makan di tempatnya bekerja. “Saya engga bisa kerja karena muntah darah setiap hari. Ke pengurus, aparat pemerintah saya minta tolong untuk dipulangkan. Saya enggak punya biaya, enggak punya dokumen hanya KK dan KTP,” keluhnya.

“Mudah-mudahan ada yang mau menolong. Sekarang saya di Pahang perkebunan kelapa sawit engga bisa kerja hanya terkulai saja. Kalau ada yang mau menolong, bisa menghubungi di nomor 0196109217,” pungkasnya.

(radarcirebon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.