oleh

PAD Pajak Air Tanah Tetap Moncer, Bapenda Bekasi Mulai Serius Garap Pajak Indekos

METRO CIKARANG – Meski di masa Pandemi Covid-19, perolehan pendapatan asli daerah (PAD) sektor pajak air tanah di Kabupaten Bekasi cukup moncer.

Buktinya, triwulan kedua tahun 2021 ini sudah mencapai lebih dari 50 persen. Sementara target dari sektor ini sebanyak Rp9 miliar.

Kepala Bidang Pengelolaan Pajak pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi, Jenal mengatakan, target tersebut berdasarkan wajib pajak air tanah yang saat ini berjumlah 250.

“Wajib pajak air tanah di sini ada dua katagori pemungutan pajak. Air permukaan ada di provinsi yang memungut pajak. Kalau kita yang di kawasan-kawasan terpencil saja,” kata dia, Kamis (10/6).

Arttinya, sambung Jenal, Pemkab Bekasi hanya bertugas memungut pajak air tanah. Sedangkan urusan teknis termasuk perizinannya langsung dikelola Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

“Yang menentukan ada pajaknya itu ya provinsi. Seandainya kita mengajukan 200 wajib pajak ke provinsi, ya terkadang setelah divalidasi dan ditetapkan jumlahnya tidak segitu. Ya kita harus terima,” bilang dia.

Jenal meyakini bahwa potensi wajib pajak dari sektor pajak air tanah bakal bertambah seiring kemajuan pembangunan. Apalagi, target PAD selalu meningkat setiap tahun.

“Penambahan potensi wajib pajak pasti ada. Tapi untuk perusahaan saat ini masih stabil. Ya mungkin untuk jenis usaha lain seperti tempat pencucian yang besar bisa bertambah,” katanya.

Selain pajak air tanah, Pemkab Bekasi mulai tahun ini memberlakukan pajak indekos atau rumah kos. Di mana saat ini sudah ada lima wajib pajak dari sektor tersebut dengan target perolehan pajak yang digabung dengan pajak hotel sekitar Rp30 miliar.

“Untuk pajak indekos sudah ada di Lippo Cikarang. Jumlahnya ada lima wajib pajak. Kita juga akan melebar ke Jababeka, tapi saat ini tempatnya masih digunakan untuk perawatan pasien Covid-19,” tukas dia.

(har)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *