oleh

Penyekatan Arus Balik Utamakan Rapid Antigen, Ini Tiga Titik Lokasi Karawang

METRO KARAWANG – Antisipasi arus balik Hari Raya Idul Fitri 1442 H di Kabupaten Karawang, Jawa Barat terus digalakan. Satu di antaranya, penyekatan dilakukan di tiga rest area dengan mengutamakan rapid antigen secara acak kepada pemudik.

Kapolres Karawang, AKBP Rama Samtama Putra mengatakan, untuk arus balik kali ini tidak mungkin pemudik putar balik kendaraan pada pos penyekatan. Namun proses penyekatan akan menitikberatkan pada tes antigen yang mekanismenya ketika ada yang positif itu akan dikoordinasikan dengan satgas atau dinkes di tempat tujuan.

“Untuk arus balik di wilayah tol ada tiga titik wilayah Kabupaten Karawang di rest area KM 62, jalur 47 dan rest area KM 42,” kata Rama didampingi Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi dan Plt Kepala Dinas Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika saat pelaksaan rapid antigen bagi pemudik di rest area KM 62, Sabtu (15/5/21).

Menurut dia, pemudik yang sengaja masuk rest area, kemudian petugas melakukan penyaringan kendaraan di depan, mana yang sudah memiliki swab antigen dari daerah asal. Bila pemudik yang tidak ada swab antigen akan diarahkan untuk dilakukan pengecekan di posko.

“Misalkan tol layang MBZ ditutup, kita akan acak pemudik dilakukan test antigen di KM 47 sekitar satu jam. Namun ketika tol layang dibuka, maka tes antigen bagi pemudik sementara berhenti,” ujar Rama.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika menuturkan, sebagaimana aturan harusnya dalam perjalanan adalah yang melakukan perjalanan harus mempunyai dokumen. Artinya mereka memiliki hasil antigen, seperti tadi pemudik hasilnya negatif semua.

“Apabila hasilnya reaktif kita akan mencatat selengkap lengkapnya. Kemudian melaporkan pada satgas provinsi dan akan berkomunikais dengan satgas provinsi berikutnya,” jelasnya.

Lanjut Dewi, dimana pemudik reaktif tidak bergejala bisa dilanjut PCR di tempat tujuan. Kalau pemudik reaktif dan bergejala harus ditahan, di rumah sakit yang terdekat.

Seluruh titik yanga da 132 titik untuk antigennya dan pihaknya mendapat dari kemenkes sekitar 400 ribu. Sudah disebarkan sebayak 121.800, jadi artinya di masing-masing titik sudah punya.

(rie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *