oleh

Gulirkan Virtual Gathering, Prof. Didik : Bangkitkan Spirit Modal Sosial di Kalangan RT/RW Lippo Cikarang

METRO CIKARANG – Di tengah situasi pandemic Covid-19 yang masih melanda tanah air, Lippo Cikarang melaksanakan kegiatan ‘virtual gathering’ untuk menjalin komunikasi dengan warga kota agar silaturahmi terus tejaga baik dan harmonis.

Dilaporkan bahwa ‘virtual gathering’ ini menghadirkan Prof Dr Didik J Rachbini selaku komisaris independen PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) sebagai pembicara, dan juga diikuti seluruh Ketua RT/RW se-Lippo Cikarang, serta perwakilan dari managemen PT Lippo Cikarang Tbk.

Mengangkat tema kunci sukses kehidupan bermasyarakat kota dengan tujuan membangun kepercayaan warga terhadap managemen Lippo Cikarang, Didik mengatakan, modal sosial sangat dibutuhkan melebihi modal kapital dalam hubungannya dengan kemajuan suatu jawasan pemukiman.

Prof Didik memberi contoh kasus beberapa perbedaan kemajuan, seperti Filipina Utara dengan Filipina Selatan, juga Italia Utaradan Italia Selatan.

“Perang dan konflik di Selatan Filipina, bikin
kawasan terpuruk, kalah dibanding kemajuan Filipina Utara yang modern. Lalu, jaringan
mafioso di Selatan Italia, terkesan membuat kawasannya kalah telwk dibanding kemajuan Italia Utara yang olahraganya, turismenya dan seninya hebat,” kata dia.

Karena itu, menurut Prof Didik, modal sosial, yakni ‘trust‘ (kepercayaan, rasa saling percaya), ‘norm‘ (budaya, adat, kearifan-kearifan agama dan lokal), serta ‘network‘ (memiliki dan terus bangun jaringan luas), merupakan hal sangat penting yang memungkinkan terbentuknya kerjasama dinamis, positif di antara manusia.

Diharapkan, kegiatan ‘virtual gathering’ ini berdampak pada hubungan harmonis antar sesama warga yang tinggal di kota Lippo Cikarang, serta dengan managemen pengelola kawasan industri serta perkotaan Lippo Cikarang.

Tentang Lippo Cikarang

LPCK terus membangun reputasinya sebagai pengembang properti kawasan perkotaan dengan fasilitas berstandar internasional. LPCK terletak di area seluas sekitar 3.250 hektar di salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.

Saat ini LPCK telah berhasil membangun lebih dari 17.192 rumah dan memiliki populasi 55.128 penduduk. Di kawasan industri Lippo Cikarang, ada sekitar 582.307 orang yang bekerja setiap hari di 1.372 fasilitas manufaktur atau pabrik.

LPCK merupakan anak usaha dari PT Lippo Karawaci Tbk (“LPKR”). Sedangkan LPKR ialah
salah satu perusahaan properti terbesar di Indonesia berdasarkan total aset dan pendapatan dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

LPKR didukung oleh pendapatan berulang yang solid dan didukung oleh ‘landbank’ yang beragam. Bisnis LPKR terdiri atas Perumahan / Kota Mandiri, Mal Ritel, Rumah Sakit, Perhotelan, dan Manajemen Aset.

(yud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *