oleh

Tokk..!! Disperindag Karawang Tutup Orsel Cilamaya, Ini Alasannya..

METRO KARAWANG-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Karawang, secara tegas menutup seluruh kegiatan dalam Pasar Malam Rakyat di Cilamaya.

Dengan demikian, Pro kontra pasar malam yang beroperasi di Lapangan Kecepet, Desa Mekarmaya, Kecamatan Cilamaya Wetan itu, sudah selesai.

Sesuai amanat dalam surat edaran nomor 510.16/443/pasar perihal penghentian expo atau pasar malam rakyat. Sesuai ketentuan yang berlaku, Disperindag Karawang menginstruksikan kepada pihak pengelola pasar malam, untuk segera menghentikan segala aktifitas. Guna mencegah terjadinya cluster penularan Covid-19.

Kepada KBE, Kepala Disperindag Karawang, Ahmad Suroto menjelaskan, surat yang dikeluarkan Disperindag itu berdasarkan hasil pemantauan serta adanya laporan dari masyarakat. Bahwa, penyelenggara pasar malam di Lapang Kecepet itu, dinyatakan tidak bisa menerapkan protokol kesehatan.

Sebagaimana ketentuan satu sampai tujuh, dalam surat yang dikeluarkan Ketua Harian Satgas Covid-19 Karawang. Pada tanggal 26 April 2021 dengan nomor 443/2412/sekrt.

“Boleh saja beroperasi, asal taati aturan protokol kesehatan. Kalau mau pengajuan ulang silahkan saja, asal ada surat pernyataan dari Muspika (Camat, Kapolsek, Danramil,red) tapi kalau sekarang harus tutup dulu,” ungkap Suroto, saat dihubungi via telpon, Selasa, (4/5) kemarin.

Suroto bilang, Disperindag secara tegas melarang kerumunan yang terjadi di wahana Orsel Cilamaya. Namun, apa bila disekitar lokasi masih ada pedagang kaki lima yang mengais rezeki. Pihaknya sama sekali tidak melarang. Dengan catatan, mereka adalah warga sekitar.

“Kalau pedagang mah gak kita larang ya, kasihan mereka juga cari nafkah ya, yang ga boleh itu kerumunannya,” ujar Suroto.

Disinggung soal perbandingan kerumunan di Mall dengan di Pasar Malam Cilamaya. Suroto berdalih, bahwa itu sangat berbeda dan tidak bisa dijadikan perbandingan.

Kata Suroto, kegiatan berniaga di Mall sudah secara ketat melakukan protokol kesehatan. Mulai dari pintu masuk yang dijaga satpam, hingga mewajibkan seluruh pengunjung Mall untuk menggunakan masker.

“Kalau di pasar malam kan beda situasinya ya, disana tidak ada cek suhu, banyak yang tidak pakai masker, fasilitas cuci tangan juga belum memadai,” kata mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja itu.

“Hal ini sudah dibuktikan dari beredarnya video yang viral dan laporan dari masyarakat,” tandasnya.

Pihaknya berharap, seluruh masyarakat bisa memahami situasi yang saat ini terjadi. Ada pun kemungkinan Orsel Cilamaya kembali beroperasi, menurut Suroto masih memungkinkan. Asal memenuhi semua ketentuan yang berlaku.

“Kalau mau ajukan lagi dengan protokol kesehatan ya silahkan, tapi sekarang harus tutup dulu,” tegasnya. (Wyd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *