oleh

Dosen dan Mahasiswa Unsika Bantu Masyarakat Desa Kalibuaya Tangguh Pandemi

KARAWANG – Sivitas Akademika Universitas Singaperbangsa Karawang terus berkomitmen dalam mengembangkan skill sekaligus memberi dampak kepada masyarakat luas. Hal itu diwujudkan melalui program pengabdian kepada masyarakat.

Di Desa Kalibuaya, Kecamatan Telagasari, Karawang, Maria Alia Rahayu bersama sejumlah mahasiswa membantu masyarakat di berbagai bidang. Secara garis besar ada 4 program yang dijalankan di sana. Mulai dari program ekonomi, kesejatan dan keuangan.

“Melalui program tersebut, mahasiswa diberi pengalaman untuk mengaplkasikan ilmu yang didapat selama perkuliahan dengan terjun di tengah masyarkat pedesaan,” kata Maria kemarin.

Selain itu, mahasiswa diharuskan bisa memberi dampak positif melalui pemberdayaan UMKM di desa tersebut. Sebagai contoh, mahasiswa membantu seorang remaja desa yang berjualan keripik.

Di bidang ekonomi, Maria dan timnya membantu mengembangkan keripik Melinjo SH milik Siti Holidah (21). Mahasiswa dan tim melihat bisnis keripik stagnan dan jalan ditempat. Siti Holidah masih berdagang secara konvensional dan pasarnya terbatas.

“Akhirnya kami membuat marketplace sederhana untuk wadah memasarkan keripik tersebut. Selain itu, kami juga membantu Siti Holidah berjualan secara daring untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Maria, kemarin.

Mahasiswa jiga dikerahkan untuk membantu Siti Holidah membuat konten iklan. Sejumlah video dibuat berisi review keripik tersebut. Tujuannya, supaya masyarakat tertarik membeli keripik tersebut.  “Mahasiswa juga membantu meningkatkan penjualan melalui media sosial seprti instagram dan memberi tips dan trik berdagang via marketplace,” kata Maria.

“Mudah-mudahan bantuan tim bisa membuat bisnis keripik Siti Holidah bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Maria.

Maria dan tim juga membantu meramaikan website desa Kalibuaya. Sejumlah pernak pernik ditambahkan ke website tersebut.

Di bidang kesehatan, tim dosen dan mahasiswa memberi edukasi mengenai pencegahan corona. “Kita memberi edukasi mengenai pencegahan corona ke masyarkat,” kata Maria.

Di bidang pelayanan publik, tim membuat pembatas shield di meja resepsionis dan meja pelayanan di kantor desa. Tim juga membuat tempat cuci tangan di depan pintu masuk Kantor Desa Kalibuaya.

Setelah mendapat pemahaman dari tim, masyarakat akhirnya sadar tentang pentingnya kebersihan selama pandemi. Mulai dari anak-anak hingga dewasa makin disiplin melakukan gerakan 3 M.

Kegiatan yang berlangsung dari 28 September hingga 20 November itu melibatkan 20-an mahasiswa dan 3 dosen lintas  program studi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *