oleh

Maksa Berhubungan Badan dengan Kekerasan, Anak Anggota Dewan Bekasi Dilaporkan Orang Tua Korban

BEKASI-  Seorang remaja Bekasi sebut saja namanya Mawar (15) mengaku mendapat kekerasan seksual kekasihnya yang juga anak seorang anggota DPRD Kota Bekasi berinisial berinisla AT (21).

Selain diduga menjadi korban tindakan asusila,  Mawar juga sering dipukul oleh AT yang diketahui sudah beristri. Mawar dan AT diketahui berpacaran selama 9 bulan.

“Kemarin dia marah sama aku, gara-gara dia salah paham sama cowok, gara-gara ada cowok yang ngechat di HP aku,” kata Mawar.

Sering mendapatkan kekerasan  akhirnya, kejadian tersebut diceritakan kepada kedua orang tuanya.

“Akhirnya gara-gara apa, aku udah sering dipukulin sama dia tapi aku enggak cerita sama orang tua, baru ini aja aku jelasin,” ujarnya.

Minta Sambil Maksa

Soal dugaan tindakan asusila, Mawar menceritakan kalau pacarnya AT memintanya sambil memaksa.

“Dia minta terus maksa (berhubungan badan) gitu,” tuturnya.

AT  pun dilaporkan karena diduga melakukan tindakan asusila kepada Mawar yang masih di bawah umur. Laporan tersebut dilayangkan orangtua  Mawar Polrestro Bekasi Kota 12 April 2021.

Kini, polisi terus men dalami kasus ini. KasiHumas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari menjelaskan, pihaknya telah menerima laporan dugaan tindakan asusila tersebut.

“Laporan memang sudah masuk ke kita, sedang kita dalami dan korban sudah melakukan visum sebagai kelengkapan alat bukti,” kata Erna.

Dia menjelaskan korban dugaan tindak asusila tersebut telah menjalani pemeriksaan untuk visum et repertum di RSUD Kota Bekasi.

“Korban sudah menjalankan divisum, nanti akan segera diproses,” ungkapnya.

Dia mengatakan, pihak kepolisian akan melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) serta menunggu hasil visum korban.

Selain itu juga akan mencari saksi dan mengumpulkan bukti dari dugaan tindakan asusila tersebut.

“Akan ditindaklanjuti dengan pengecekan TKP menunggu hasil visum dan mencari saksi-saksi dan bukti-bukti,” tutupnya.

Sementara Mawar sendiri harus menjalani operasi. Orang tuannya menjelaskan berdasarkan diagnosis, anaknya menderita kardilopa akibat tindak asusila yang dialami.
 “Anak saya harus menjalani operasi karena ada benjolan akibat asusila yang terjadi,” kata dia.

Sebelumnya, tak ada hal semacam itu pada kelamin anaknya. ” Operasi jalan satu-satunya kata dokter. Kata dokternya ada kutil di bagian alat kelaminnya,” imbuhnya.

Dia meminta, pihak kepolisian agar bertindak cepat dengan kasus asusila dan juga kekerasan yang dialami anaknya tersebut. 

Punya Anak dan Istri

Sementara terduga  asusila diketahui sudah punya istri dan seorang anak.  “Pelaku berusia 21 tahun sudah berkeluarga dan sudah punya anak satu,” ucap ayah korban.

Namun, ikatan status keduanya kini menggantung begitu saja. Sebab, istri dan anaknya tersebut ditelantarkan oleh AT

“Informasinya ditelantarkan, nah kemudian anak saya jadi korban asusila,” terang dia.

Sebelum muncul perkara dugaan tindak pidana asusila ini, Ayah korban sama sekali tidak mengetahui secara personal terduga pelaku.

Dia baru satu kali bertemu dengan terduga pelaku sewaktu sang anak masih memadu kasih dengan AT

“Sebelumnya saya tidak tahu, baru tahu setelah anak saya diperiksa (polisi), dikorek-korek dan diungkapkan semua,” jelasnya. (red)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *