oleh

Ikuti Pusat, Ini Aturan Main Karawang Izinkan Tarawih-Bukber Tapi Larang Mudik

METRO KARAWANG – Tradisi Ramadan kembali. Salat tarawih dan berbuka puasa di masjid diizinkan. Tapi untuk tradisi lebaran seperti mudik, tidak demikian.

Pembatasan mudik bagi masyarakat itu muncul dalam surat edaran yang diteken Menteri PAN-RB, Tjahjo Kumolo pada 7 April kemarin.

Intinya, ASN harus dicegah bila hendak mudik. Jika dilanggar, instansi atau lembaga diberikan kewenangan untuk menjatuhkan sanksi.

Bupati Karawang, Cellica Nurachadiana mengatakan aturan kelonggaran pelaksanaan salat tarawih maupun aktivitas keagamaan lainnya selama Ramadan seperti pembatasan kapasitas jamaah dalam masjid.

“Sementara mengikuti instruksi pusat, Kabupaten Karawang kembali memperpanjang PPKM berskala mikro. Aturan aturan dalam PPKM ini yang akan diselaraskan dalam pelaksanaan aktivitas keagamaan selama terlaksananya bulan suci ramadhan,” kata dia didampingi wakilnya Aep Syaepuloh dalam Rakor bersama Forkopimda di Aula Lantai 3 Gedung Singaperbangsa Karawang, Jumat (9/4/2021) pagi.

Cellica melanjutkan, Pemkab Karawang juga mengantisipasi semua aspek dari aspek keamanan, ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat. Sehingga masyarakat tetap aman memenuhi kebutuhan selama ramadhan tanpa adanya lonjakan harga yang signifikan.

“Pemkab Karawang juga senantiasa mengikuti kebijakan pemerintah pusat, seperti adanya larangan mudik. Terlebih bagi para ASN yang dalam aturan tersebut jelas dan harus ditaati,” tegas dia.

Upaya dalam mengantsipasi adanya arus mudik, lanjut Cellica, pihaknya bersama kepolisian akan melakukan penyekatan penyekatan di sejumlah titik perbatasan yang menjadi alur dan arus mudik menuju Jawa.

“Yang rawan menjadi arus pemudik adalah jalan jalan alternatif menuju pantura,” ucapnya.

Terakhir, Cellica berpesan kepada masyarakat agar tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19 agar bisa meminimalisir menyebaran virus.

“Meskipun tidak ada pelarangan melakukan kegiatan keagamaan di masjid, kami mengimbau agar masyarakat juga tetap mematuhi protokol kesehatan, mari kita jaga diri dan keluarga masing-masing agar kita dapat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan dengan tenang,” imbuh dia..

(mhs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *