Wagub: GPEI Jabar Adalah Fasilitator, Informan, dan Pelatih bagi Pelaku Usaha

Editor:

“Maka GPEI harus menginformasikan pada pelaku usaha, apa yang laku (di pasar internasional). Karena jangan memaksakan kehendak, di situ (negara tertentu) yang laku adalah produk A, tapi (dari) sini produknya B,” kata Uu.

“Kami tidak mematok harus ke mana pangsa pasarnya, yang penting payu (laku). Produk na oge naon wae nu penting payu (laku). Tetapi tetap karena Indonesia ini mayoritas Muslim, makanan yang diekspor harus Halalan Thayyiban,” tegasnya.

Adapun pelantikan 12 pengurus GPEI Provinsi Jabar periode 2020-2025 yang baru dilakukan oleh Ketua Umum DPP GPEI Khairul Mahalli.

Ketua GPEI Jabar terpilih Farda Sanberra sementara itu mengatakan, GPEI Jabar akan mengadakan rapat kerja dalam waktu dekat untuk membuat inventaris produk jelang ekspo dan launching ekspor pertama GPEI Jabar.

Saat ini, kata Farda, permintaan produk dari luar negeri didominasi oleh kuliner, agro, dan fashion. Sementara jumlah pendaftar yang masuk GPEI Jabar sebanyak 50 pelaku usaha.

“Kita akan terus garap setiap kabupaten/kota untuk bisa tergabung menjadi anggota GPEI Jabar, sehingga kita membina dan membantu supaya bisa tembus pasar mancanegara,” ujarnya.(*/mil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *