PT KMK “Kangkangi” Disnaker

Editor:

Sebelumnya, PTKMK diduga melakukan pemberangusan serikat pekerja karena memecat 19 karyawan yang juga anggota serikat secara sepihak.

Padahal, mogok kerja yang dilakukan 25 April 2019 yang lalu berjalan kondusif, tertib dan aman. Tidak ada tindakan anarkis maupun sabotase seperti yang dituduhkan perusahaan.

“Hal tersebut ditegaskan dalam pertimbangan mediator, bahwa pengusaha tidak didukung dengan bukti dan sesuai anjuran tanggal 29 Oktober 2019 pengusaha wajib memperkerjakan kembali,” kata Ketua PUK SPEE FSPMI PT KMK Plastics Indonesia Rohaedi.

Senada dengan Rohaedi, Sekretaris PUK SPEE FSPMI PT. KMK Plastics Indonesia Agus Salim menilai perusahaan diduga sudah melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Pasal 28 UU Nomor 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja yang mengatur mengenai pemberangusan serikat pekerja.(dim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *