Tanam Bawang Merah saat Off Season Bisa Amankan Pasokan Lebaran

Editor:

Dihubungi terpisah, Pelaksana Tugas Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Sukarman, mengatakan pihaknya telah memetakan sentra terutama untuk mengamankan pasokan.

“Kami bergerak ke lapangan sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Bapak Dirjen Hortikultura untuk memastikan ketersediaan dan pasokan bawang merah aman, khususnya menjelang peringatan hari besar keagaamaan,” kata Sukarman.

Pamekasan sudah lama dikenal sebagai kawasan offseason sehingga menjadi perhatian khusus. Biasanya, lanjut Sukarman, jarang petani mau menanam bawang merah saat musim penghujan terlebih di lahan persawahan.

“Adanya kawasan off season sangat membantu mengamankan pasokan nasional,” tandasnya.

Sukarman menyebut musim hujan dengan intensitas tinggi berpotensi berdampak pada pasokan bawang merah, khususnya yang berasal dari sentra-sentra di Pulau Jawa.

“Kementan akan terus mendorong penumbuhan daerah baru yang memungkinkan dilakukanya pertanaman luar musim (off season). Kuncinya agroklimat harus sesuai, lahan berlereng lebih bagus. Benihnya harus unggul dan budidayanya juga harus intensif,” terangnya.

Menurut pria yang akrab disapa Karman tersebut, Kementan saat ini aktif melakukan pengawalan penerapan manajeman tanam di sentra- sentra produksi. Kementan juga telah mengembangkan instrumen yang mampu memprediksi ketersediaan dan harga bawang merah dan cabai selama tiga bulan ke depan, yang dikenal dengan Early Warning System (EWS).

“Fokus kami adalah memastikan produksi aman supaya masyarakat bisa lebih tenang menjalani puasa hingga lebaran nanti,” pungkasnya. (hyt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *