Enam Tersangka Kasus Mafia Bola Persikasi Masuk Kejaksaan

METRO BANDUNG – Satgas Antimafia Bola, telah melakukan pelimpahan tahap dua terhadap enam tersangka kasus dugaan pengaturan skor pertandingan sepakbola Liga III antara Perses Sumedang dan Persikasi Bekasi, ke Kejaksaan Negeri Sumedang.

Kepala Satgas Antimafia Bola Brigjen Pol Hendro Pandowo mengatakan, tim menemukan adanya praktik match fixing atau pengaturan skor dalam laga Perses Sumedang kontra Persikasi Bekasi, di Stadion Ahmad Yani, tanggal 6 November 2019 lalu.

Di mana, Manajemen Persikasi Bekasi diduga menyuap perangkat wasit sebesar Rp 12 juta agar memenangkan laga kontra Perses Sumedang. Ketika itu, laga memang berakhir dengan skor 2-3 buat kemenangan tim tamu Persikasi Bekasi.

“Kami lakukan penegakan hukum, penangkapan terhadap enam orang tersangka, baik itu dari perangkat wasit maupun manajer Persikasi Bekasi. Kemudian kita lakukan penyidikan, penahanan, pemberkasan, tanggal 16 Januari 2020 berkas perkara sudah dianyatakan P21 (lengkap), dan tanggal 19 Januari 2020 kita menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejari di Sumedang,” ujar Hendro, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (24/1).

Enam tersangka yang dilimpahkan berinisial DSP (wasit utama), BTR (manajemen Persikasi Bekasi), HR (manajemen Persikasi Bekasi), MR (perentara), SHB (manajer Persikasi Bekasi), dan DS (komisi penugasan wasit Asprov PSSI Jawa Barat).

Menurut Hendro, pelimpahan tahap dua tersangka dan barang bukti, bersamaan dengan berakhirnya masa tugas Satgas Antimafia Bola jilid 2.

“Jadi saya perlu sampaikan bahwa masa tugas satgas jilid 2, dari bulan Agustus hingga Desember, kurang lebih 4 bulan,” sebut Hendro.

Adapun tiga hal pokok yang kami lakukan adalah, pertama kita menyelesaikan dugaan-dugaan perkara yang belum selesai di Satgas Antimafia Bola jilid 1.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *