Ratusan Ribu Warga Jabodetabek ‘Terusir’

METRO JAKARTA – Banjir dan tanah longsor menjadi kado awal tahun 2020 bagi warga DKI Jakarta, Kota Bekasi dan wilayah sekitarnya. Pada malam pergantian tahun, hujan deras dengan intensitas 100 hingga 300 milimeter tercurah tanpa henti hingga rabu siang kemarin (1/1).

BMKG mencatat curah hujan ekstrim merata tumpah ke wilayah Jabodetabek. Kawasan Halim mecatatkan rekor dengan curah hujan hingga 377 milimeter. Jauh diatas kategori hujan lebat yang berkisar antara 50 hingga 100 milimeter.

Kapusdatinkom Agus Wibowo menuturkan bahwa dari laporan Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) genangan banjir di Jabodetabek terus surut.

“Alhamdulilah sudah tidak ada genangan banjir di wilayah Kota Depok dan Kota Bogor, sedang kedalaman banjir di Kabupaten Bekasi 20-50 cm, Kota Bekasi 20-300cm, Kabupaten Bogor 20-30 cm, Kota Tangerang 30-50 cm, Kota Tangsel kurang dari 10 cm. Lalu, Jakarta Timur 20 – 25 cm, Jakarta Barat 20 – 70 cm, Jakarta Selatan 20-200 cm, Jakarta Utara 20-70 cm, tidak ada genangan banjir di Jakarta Pusat, Kota Bogor, dan Kota Depok,” ungkap dia, Jumat (3/1).

Menurut Agus, jumlah pengungsi di seluruh Jabodetabek mencapai 183.530 orang (41.495 KK) yang terebar di sedikitnya 107 titik.

“Jumlah korban meninggal bertambah 4 orang dibandingkan rilis tadi siang, sehingga total meninggal dan hilang 47 orang,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *