Awali Tahun 2020, Kementan Luncurkan ‘GEDOR Hortikultura’ Wilayah Garut

Editor:

“Kami menyebutnya dengan Gerakan Tiga Kali Ekspor atau disingkat GratiEks. Kita dorong agar Garut dan Jawa Barat pada umumnya, mampu menjadi lumbung penyuplai ekspor buah-buahan maupun sayuran. Untuk sentra-sentra yang sudah mapan, kami dorong agar para pelaku usahanya bisa mengakses dan memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR),” imbuhnya.

Kepala Dinas Pertanian Garut, Beni Yoga Gunasantika menyebutkan bahwa Kecamatan Pasir wangi dan Bayongbong menjadi sentra cabai dan bawang merah di wilayahnya. Sementara sentra Jeruk di Kecamatan Samarang.

Disebutkannya, luas panen cabai di Kecamatan Pasirwangi mencapai 600 hektare. Dengan rata-rata produktivitas 10 ton per hektare, kawasan tersebut mampu memasok setidaknya 6 ribu ton cabai. Luas panen bawang merah di Kecamatan Bayongbong mencapai 800 hektare atau setara produksi sekitar 8 ribu ton. Sementara luas areal jeruk lebih dari 1.200 hektare.

“Bawang merah di Garut umumnya ditanam di daerah lereng atau dataran tinggi sehingga masuk kategori off season. Varietas yang banyak ditanam adalah Batu Ijo, Maja Cipanas dan Bali Karet. Uniknya, saat daerah lain seperti Brebes dan Pantura Jawa berkurang produksinya, di Garut justru panen, jadi harga yang diperoleh petani cukup baik. Hamparan tanamnya bisa disaksikan sendiri begitu luasnya,” terang Beni.

Untuk komoditas cabai, lanjut Beni, sejak lama Garut menjadi kantong pengaman pasokan Jabodetabek termasuk saat momen hari libur dan hari raya keagamaan nasional. Sementara untuk jeruk, jajarannya tengah melakukan peningkatan kualitas.

Petani cabai asal Garut, Asep, mengaku siap mendukung upaya Kementerian Pertanian mendorong peningkatan produksi cabai di daerahnya. Asep mengatakan saat ini dirinya bersama para petani cabai Garut terus mengupayakan pengaturan pola tanam agar cabai bisa tersedia sepanjang waktu dengan harga stabil.

“Saya pribadi saat ini menggarap lahan 5 hektare. Alhamdulillah sekarang sedang panen. Tiap hari saya bisa memasok cabai 1 ton ke Pasar Induk Kramat Jati dan pasar-pasar lain di lokal Garut dan Jabodetabek. Prediksi saya, harga cabai relatif stabil di bulan Januari ini,” ujar Asep. (hyt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *