Refleksi Pembangunan Kota Bekasi Tahun 2019

Editor:

Berdasarkan laporan perkembangan situasi
kamtibmas yang dibuat Polres Metropolitan Bekasi Kota, tampak terjadi angka penurunan tindak kejahatan selama Tahun 2019 dibandingkan Tahun 2018.

Sebagai bagian dari introspeksi bagi perangkat daerah bahwa masih ada agenda kerja yang belum terselesaikan di tahun ini, berkaitan dengan sejumlah aspirasi yang disampaikan melalui pandangan umum fraksi di DPRD Kota Bekasi Tanggal 30 Desember 2019, yakni revitalisasi pasar dan penyelesaian alih aset PDAM Bhagasasi ke Tirta Patriot, serta aspirasi
keberlanjutan kartu sehat, insentif bagi kader penggerak pembangunan akselerasi layanan administrasi kependudukan, serta terunggah dan
terintergrasi laporan anggaran di situs web Kota Bekasi, melalui Diskominfostandi.

Sebagai bahan evaluasi Tahun 2019 dan akselerasi pembangunan Tahun 2020 meliputi: infrastruktur (konsep TOD), pemerintahan (profesionalitas SDM aparatur, optimalisasi TKK, dan kesejahteraan ASN), kesehatan (kartu sehat), pendidikan (USB), tata ruang (hunian vertikal, kemacetan, antisipasi banjir, dan jaringan utilitas), sosial (ketahanan sosial), informasi dan komunikasi (SPBE, integrasi data), dan lingkungan hidup (adipura dan PSEL).

Terdapat 3 (tiga) hal lainnya yang penting yang menjadi tugas perangkat daerah di Tahun 2020 yakni pengendalian inflasi daerah dan pengentasan angka pengangguran di Kota Bekasi, serta kepentingan perbaikan layanan publik (rumah sakit, terminal, persampahan) sebagaimana yang dilaporkan Ombudsman.

Komunikasi dan interaksi yang dinamis dalam proses politik sepanjang Tahun 2019 diharapkan dapat semakin lebih harmonis antara eksekutif dan legislatif untuk menjamin keterlaksanaan tahapan pembangunan Visi Kota Bekasi
Tahun 2018-2023, yaitu pada Tahun 2020 berorientasi pada pemantapan ketersediaan dan pembangunan prasarana dan sarana kota.

Dalam kontekstual kepemimpinan di Kota Bekasi, terdapat amanah perubahan yang harus dilaksanakan, sesuai dengan arahan Bapak
Presiden Republik Indonesia bahwa setiap kepala daerah harus mampu memimpin birokrasi pemerintahan dengan 3 (tiga) prinsip perubahan
perilaku kerja, yaitu kerja keras, kerja cepat, dan kerja produktif.

Dengan mengalirkan 4 (empat) hal yang baru, yaitu cara baru, nilai baru, keluar dari rutinitas yang monoton, dan inovasi dalam bekerja.

Kesemuanya itu dilakukan dalam rangka memberikan 2 (dua) kinerja aparatur yang
terpenting bagi masyarakat, yaitu pelayanan dan hasil-hasil pembangunan. Kami memohon dukungan, partisipasi, dan kontribusi dari semua pihak agar amanah perubahan tersebut dapat dijalankan sebaik-baiknya di Kota Bekasi.

Kami mengajak kepada segenap warga Kota Bekasi untuk berpartisipasi aktif mengembangkan kapasitas diri sebagai sumber daya manusia dalam pembangunan melalui kegiatan partisipasi masyarakat dan kegiatan mandiri yang produktif.

Partisipasi masyarakat yang baik dalam pembangunan juga menjadi dimensi penting sebagai ukuran peradaban kehidupan warga Kota Bekasi. Bagi mereka yang saat ini berada pada usia produktif dan beruntung memiliki pekerjaan, jabatan, dan karir profesional dituntut untuk mampu bekerja semakin produktif lagi agar kinerja dapat melahirkan pertambahan nilai bagi tempat kerjanya masing-masing, sehingga membentuk produk domestik Kota Bekasi secara agregat yang semakin meningkat lebih besar. Situasi ini memberikan peluang terciptanya sejumlah peluang kerja baru.

Motivasi perbaikan dan penyelesaian masalah “think out of the box” telah mampu membuktikan bahwa selalu ada cara yang dapat dikembangkan dan ditempuh untuk menyelesaikan setiap persoalan pembangunan, sebuah kesadaran bahwa kita bisa melakukannya, sebagaimana neraca pendapatan dan belanja daerah dapat diseimbangkan dan dipulihkan sepanjang Tahun 2019.

Sebagai sebuah harapan baru pada Tahun 2020, spirit penguatan ekonomi warga lokal Kota Bekasi perlu direvitalisasi untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan aktivitas ekonomi dalam kurun 5 (lima) tahun ke depan yang digerakkan oleh infrastuktur nasional, dengan kelak hadirnya LRT dan infrastuktur nasional
lainnya yang berada dan melintasi Kota Bekasi, serta geliat ekonomi yang terbentuk dengan investasi pelaku usaha besar, yang bergerak dalam jasa pembangunan sarana hunian, bisnis ritel, hotel, dan sejenis urban tourism
lainnya.

Selamat Tahun 2020, semoga dengan spirit perubahan, patisipasi masyarakat yang baik, kehidupan sosial yang kohesif, sinergitas Forkopimda, komunikasi dan interaksi politik yang harmonis, dan produktivitas sumber daya manusia aparatur dan modal insani warga Kota Bekasi membentuk kehidupan Kota Bekasi yang lebih cerdas, kreatif, maju, sejahtera, dan ihsan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *