Refleksi Pembangunan Kota Bekasi Tahun 2019

(Rahmat Effendi dan Tri Adhianto)

MELALUI informasi media sosial, secara umum masyarakat sudah menyimak berkaitan sejumlah kegiatan penting yang dilakukan perangkat
daerah, juga Wakil Wali Kota dan Wali Kota Bekasi.

Demikian pula aspirasi yang disuarakan masyarakat dan pandangan kelembagaan DPRD dalam memberikan pertimbangan kepada Pemerintah Kota Bekasi berkaitan dengan legislasi, penganggaran, dan pengendalian pembangunan Kota Bekasi.

Catatan akhir tahun yang kami tuliskan ini merupakan esensi pemikiran untuk menjadi renungan introspeksi dan motivasi perbaikan
sepanjang Tahun 2019, serta membangkitkan semangat akselerasi pembangunan Kota Bekasi selanjutnya di Tahun 2020.

Hal yang paling utama adalah rasa syukur dan terima kasih atas partisipasi, harmoni, dan kohesi sosial masyarakat sebagai kontribusi penting dan dukungan bagi kepemimpinan pembangunan Kota Bekasi sepanjang Tahun 2019. Salah satu momentum penting pada Tahun 2019 adalah perhelatan Pileg dan Pilpres pada Tanggal 17 April 2019, yang perlu dijamin keamanan dan keberhasilannya oleh seluruh kabupaten/kota di Indonesia, dalam hal ini Kota Bekasi mampu mengelola situasi yang kondusif bagi penyelenggaraan prinsip demokrasi dan keberlanjutan kepemimpinan nasional.

Salah satu kinerja luar biasa dari perangkat daerah pemerintah Kota Bekasi adalah pengendalian belanja daerah yang dapat sejalan dengan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) sepanjang Tahun 2019, sebagaimana dapat dilihat pada kemampuan pembayaran atas belanja daerah dan realisasi PAD. Disiplin belanja daerah telah mampu menghindarkan diri dari peritiswa tunda bayar.

Harus diakui bahwa realisasi PAD tidak dapat mencapai target tahun ini, namun kinerja peningkatan PAD sebesar 25 persen merupakan prestasi luar biasa, dengan membandingkan realisasi PAD pada Tahun 2018 (Rp 2 Triliun) dan realisasi PAD pada Tahun 2019 (Rp 2,5 Triliun).

Berbagai kunjungan kabupaten/kota lain ke Kota Bekasi (71 kunjungan) baik untuk menyimak inovasi sistem yang diterapkan, cara yang dikembangkan untuk mengatasi persoalan, dan pemberdayaan kelembagaan partisipasi masyarakat, merupakan pengakuan daerah lain
terhadap kemampuan Pemerintah Kota Bekasi, dalam mengelola urusan wajib dan pilihan, serta mengelola kebutuhan warganya dalam hal pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, pengembangan pertanian perkotaan (urban farming) melalui budidaya hidroponik, pengembangan koperasi dan UMKM, destinasi wisata, dan lain sebagainya.

Sepanjang Tahun 2019, Kota Bekasi mendapat 28 sertifikat penghargaan, 11 tingkat Provinsi Jawa Barat dan 17 tingkat nasional dari berbagai kementerian, badan, dan lembaga.

Sejalan dengan itu, antusiasme rasa memiliki warga Kota Bekasi atas jati diri dan pertumbuhan kotanya semestinya semakin baik. Media sosial
harus dapat dijadikan sebagai media informasi yang efektif bagi aparatur perangkat daerah dalam menyampaikan warta kegiatan dan pengetahuan tentang pembangunan Kota Bekasi.

Di sisi lain media sosial yang kerap menjadi media untuk mengunggah laporan, aspirasi, saran, dan kritik dari masyarakat, atau bahkan terkadang menjadi sinisme, juga perlu segera menjadi perhatian dan respon perangkat daerah agar tidak menjadi stigma citra buruk pelayanan publik Kota Bekasi.

Sebuah gagasan yang baik jika aparatur dan warga Kota Bekasi, terutama bagi kelompok generasi milenial, berinsiatif untuk menjadi influencer yang baik melalui media sosial untuk menimbulkan sikap peduli dan bangga atas pengakuan kemajuan kotanya, termasuk juga dalam membentuk sikap dan perilaku positif terhadap upaya pengelolaan lingkungan hidup, salah satunya adalah kampanye sosial mengurangi penggunaan kantung plastik sekali pakai.

Sisi lain yang menjadi kebaikan dan diharapkan menjadi modal dasar untuk membangun Kota Bekasi secara aman dan damai adalah terpeliharanya harmonisasi sosial kehidupan umat beragama.

Demikian pula sinergi dan komitmen yang dijalin melalui Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang meliputi kepala daerah, pimpinan DPRD, kepolisian, kejaksaan, dan teritorial TNI, diharapkan dapat menjadi
simpul kekuatan, stabilitas, dan komitmen, yang mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik, penjaminan situasi keamanan dan ketertiban dalam kehidupan masyarakat, serta penyelesaian masalah
aktual di Kota Bekasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *