JABABEKA, KOTA INDUSTRI YANG RAMAH LINGKUNGAN

JABABEKA merupakan salah satu kawasan Industri yang berada di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang menjelma menjadi salah satu kawasan industri yang berkembang pesat dan sangat luas terdiri dari dua kawasan industri yaitu JABABEKA 1 dan JABABEKA 2.

Sebagai salah satu kawasan industri, permasalahan besar yang pasti akan dihadapi adalah terkait pencemaran lingkungan. Operasional dari suatu industri akan menghasilkan limbah dan itu menjadi tanggung jawab dan kewajiban bagi para pengusaha yang melakukan upaya penanggulangan.

Aturan yang berlaku mengatur sanksi pidana dan administratif terkait hal tersebut.
Perihal ini diatur dalam Pasal 87 ayat (1) Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH) yang berbunyi “Setiap penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang melakukan perbuatan melanggar hukum berupa pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup yang menimbulkan kerugian pada orang lain atau lingkungan hidup wajib membayar ganti rugi dan/atau melakukan tindakan tertentu”.

Tentu saja dengan keadaan ini menjadi tanggung jawab pendiri JABABEKA dalam membuka lahan-lahan baru untuk didirikan usaha industri berupa perusahaan.

Sejak mulai dibuka pada tahun 1989, kawasan JABABEKA sangatlah peduli terhadap lingkungan terbukti sampai saat ini penulis belum menemukan ada satu perusahaan yang berdomisili di kawasan JABABEKA terkena sanksi akan pencemaran atau perusakan lingkungan.

Pengelola kawasan JABABEKA selalu menekankan hal ini terhadap para pengusaha yang akan melakukan operasional usahanya di lingkungan kawasan JABABEKA. Setelah menjadi kawasan yang ramah lingkungan, JABABEKA hendak bertransformasi menjadi kawasan mandiri yang lengkap dengan segala fasilitas bagi masyarakat tetapi tetap ramah lingkungan.
Sebagai contoh nyata adalah kehadiran beberapa perumahan, hotel, mall dan fasilitas umum lain yang lokasinya berdampingan dengan lokasi pabrik yang berada di kawasan JABABEKA 2.

Apabila ada perusahaan yang tidak menerapkan upaya kepedulian lingkungan yang baik tentu saja akan memberi dampak negatif bagi pemasaran perumahan yang mana saat ini beberapa perumahan yang ada di lokasi JABABEKA 2 justru menjadi incaran bagi masyarakat dan harganya pun dari tahun ke tahun semakin tinggi.

Kehadiran kawasan yang berdampingan dengan tempat tinggal juga memberi dampak positif bagi kedua belah pihak yaitu pengusaha maupun karyawan. Akses rumah tinggal yang dekat tentu memudahkan untuk para karyawan datang ke lokasi pabrik tepat waktu dan perusahaan juga dapat mengurangi cost dari sisi pengadaan transportasi. Dengan keadaan ini, produktifitas dari perusahaan tentu akan meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *